Khawatir Gelombang Kedua COVID-19, Seoul Tutup Klub Malam dan Bar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 11 Mei 2020 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 481 2212144 khawatir-gelombang-kedua-covid-19-seoul-tutup-klub-malam-dan-bar-zNr113JjLQ.jpg Bar di Seoul akan ditutup karena penularan corona (Foto : Dw)

Korea Selatan memerintahkan semua bar dan klub di Ibu Kota Seoul untuk tutup setelah muncul puluhan infeksi baru virus corona COVID-19. Infeksi baru itu diyakini berasal dari seorang pria berusia 29 tahun yang dinyatakan positif COVID-19 setelah mengunjungi beberapa klub dan bar pada akhir pekan lalu.

Sekadar informasi Korea Selatan melaporkan adanya 34 kasus baru COVID-19 untuk pertama kalinya dalam satu bulan. Saat ini Korea Selatan telah mendaftarkan 10.874 kasus COVID-19 yang mengakibatkan 256 kematian.

Akibat peristiwa ini, Wali Kota Seoul, Park Won-soon turut angkat bicara. Ia pun memerintahkan lebih dari 2.100 klub malam, bar dan diskotik untuk tutup sesegera mungkin.

“Kecerobohan dapat menyebabkan ledakan infeksi,” ucap Park Won-soon, sebagaimana dilansir dari DW, Senin (11/5/2020).

Bar

Gubernur Provinsi Gyeonggi yang ikut berkeliling di Seoul meminta lebih dari 5.700 fasilitas hiburan untuk ditutup setidaknya selama dua minggu. Terkait kasus penyebaran baru COVID-19, pihak berwenang memperkirakan sekira 7.200 orang telah mengunjungi tempat-tempat yang sering dikunjungi pemuda berusia 29 tahun itu.

Pemerintah khawatir akan adanya gelombang infeksi kedua yang dapat muncul akibat insiden tersebut. Sebagai tanggapan mengenai kasus ini, Perdana Menteri Korea Selatan Moon Jae-in mendesak setiap masyarakat untuk tetap tenang dan berhati-hati.

“Cluster infeksi yang baru-baru ini terjadi di fasilitas hiburan telah meningkatkan kesadaran bahwa selama fase stabilisasi, situasi serupa dapat muncul lagi, kapan saja, di mana saja terutama di ruang tertutup yang padat,” terang Moon.

Moon mengimbau masyarakat untuk selalu waspada untuk melakukan pencegahan terhadap epidemi. Ia pun menegaskan bahwa Korea Selatan memiliki sistem karantina dan perawatan medis yang tepat, dikombinasikan dengan pengalaman untuk merespon dengan cepat terhadap kluster infeksi tak terduga.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini