Belajar dari Kasus McD Sarinah, Jangan Lupakan Pentingnya Physical Distancing

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 11 Mei 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 612 2212534 belajar-dari-kasus-mcd-sarinah-jangan-lupakan-pentingnya-physical-distancing-Ws0sFivna1.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENUTUPAN outlet McD pertama di Sarinah membuat banyak orang mendatangi restoran cepat saji tersebut untuk yang terakhir kalinya pada 10 Mei kemarin. Tapi, sayangnya mereka yang datang malah berkerumun dan nampak mengabaikan physical distancing.

Padahal, sampai saat ini pemerintah DKI Jakarta masih menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, korban virus corona atau COVID-19 masih terus bertambah, bahkan mencapai tingkat tertinggi harian beberapa waktu lalu.

Padahal, physical distancing telah menjadi cara efektif untuk memperlambat penyebaran virus corona (COVID-19) yang masih berstatus pandemi. Pasalnya, jarak aman dari droplet adalah 1-2 meter.

Melansir Alternet, secara sederhana, physical distancing mengharuskan seseorang untuk berada dengan jarak yang cukup jauh satu sama lainnya dalam upaya menghindari penyebaran virus atau patogen dari manusia ke manusia lainnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan jarak aman physical distancing yang diperlukan saat pertemuan massal adalah enam kaki atau sekira 2 meter. Untuk mempermudah penerapan ini di New York beberapa fasilitas publik yang ramai dikunjungi seperti bioskop maupun sekolah diliburkan.

Beberapa transportasi massal seperti kereta juga sudah banyak ditinggalkan masyarakat terutama pada jam-jam sibuk. Banyak orang yang memutuskan untuk bekerja dari rumah atau naik kendaraan pribadi dengan keluarganya ketimbang harus menggunakan transportasi publik.

Selain itu physical distancing juga memiliki arti tidak menyentuh orang lain termasuk jabat tangan. Sentuhan fisik adalah cara yang paling mungkin bagi seseorang untuk tertular virus corona. Meski demikian, physical distancing tidak dapat mencegah 100 persen penularan, tapi dengan aturan tersebut dapat memperlambat penyebaran virus corona.

Selain physical distancing terdapat beberapa cara lain yang bisa dilakukan seseorang secara mandiri. Cara tersebut adalah self quarantine atau mengarantina diri sendiri. Caranya dengan tetap berdiam dan mengisolasi diri dari orang lain yang kemungkinan terkena virus.

Cara lainnya adalah mandatory quarantine atau karantina wajib yang langsung diperintahkan oleh otoritas pemerintah yang menunjukkan bahwa seseorang harus tinggal di satu tempat misalnya rumah, atau fasilitas mereka selama 14 hari.

Sekadar informasi, penutupan McDonald's Sarinah menimbulkan polemik di tengah masyarakat Indonesia. Hal ini bermula dari unggahan viral di media sosial yang menampilkan suasana keramaian massa di depan halaman restoran cepat saji tersebut.

Ironisnya, kejadian ini berlangsung di saat pemerintah masih menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi memutus mata rantai pandemi virus corona atau COVID-19.

Hal tersebut sontak menuai kecaman dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka mengkritisi massa yang nekat melanggar kebijakan PSBB, sekaligus mempertanyakan ketegasan pemerintah dalam menangani permasalahan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini