4 Penyebab Sering Sakit Kepala saat Berpuasa

Selasa 12 Mei 2020 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 481 2212632 4-penyebab-sering-sakit-kepala-saat-berpuasa-fyxBEiKDRf.jpg Sakit kepala saat berpuasa (Foto : Aboutislam)

Tidak hanya dehidrasi, orang yang berpuasa biasanya akan sering mengalami sakit kepala. Apalagi jika di luar rumah cuaca sedang panas.

Berdasarkan beberapa penelitian, 4 dari 10 orang yang sedang berpuasa mengaku pernah mengalami kondisi ini. Biasanya, ketika sakit kepala seseorang akan minum obat, seperti paracetamol atau penghilang nyeri lainnya.

Dikutip dari Health.US News, ada lebih dari 150 jenis sakit kepala. Namun, setiap jenis sakit kepala penanganannya berbeda-beda.

Hal tersebut dikarenakan penyebab sakit kepala saat puasa tiap orang berbeda-beda, ini tergantung kondisi fisik serta seberapa parah sakit kepala yang dirasakan.

Dikutip dari Solopos.com, berikut beberapa penyebab yang umum terjadi ketika seseorang mengalami sakit kepala saat berpuasa:

Dehidrasi

Sakit Kepala

Rasa haus saat berpuasa merupakan hal yang lumrah. Namun jika Anda sampai mengalami sakit kepala, ini merupakan gejala dehidrasi. Dehidrasi umunya terjadi karena tubuh kekurangan cairan.

Saat berpuasa sudah pastinya Anda tidak mengonsumsi cairan apapun, namun sangat disarankan untuk minum cukup banyak air putih saat berbuka puasa maupun sahur, untuk mencegah dehidrasi.

(Baca Juga : Tidur Berlebihan di Bulan Puasa, Waspadai 5 Masalah Kesehatan Ini)

Dehidrasi atau kekurangan cairan menyebabkan volume otak Anda menyusut sehingga tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Akibatnya, selaput otak mengirimkan sinyal rasa sakit ke seluruh bagian otak.

Gejala lain dari dehidrasi selain sakit kepala adalah lemas, otot kram, sulit berkonsentrasi, urine berwarna pekat atau gelap, serta kulit sangat kering sampai bersisik dan mengelupas.

Hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan kondisi tubuh lemas dan pusing karena kadar glukosa dalam tubuh menurun drastis. Glukosa atau gula monosakarida ini sangat dibutuhkan oleh otak sebagai sumber energi untuk beraktifitas sehari-hari. Nah, karena Anda tidak makan atau minum apapun selama berjam-jam, tubuh akan kekurangan glukosa dan tidak mampu memompa darah ke otak.

Alhasil jika Anda tidak mendapatkan asupan glukosa yang cukup selama berpuasa, sakit kepala, pusing, mual, dan pikiran jadi linglung, tak dapat dihindari.

Putus kafein

Apakah Anda tergolong orang yang sehari-hari mengonsumsi minuman berkafein? Atau bahkan seorang pecandu kopi? Bisa jadi sakit kepala atau pusing yang Anda rasakan saat berpuasa dipengaruhi oleh hal tersebut.

Bagi seorang pecandu kafein, melewatkan sehari saja tanpa beberapa cangkir kopi akan menimbulkan pusing, lemas, mual, cemas, gelisah, serta sulit berkonsentrasi. Kondisi ini serupa jika perokok aktif tidak merokok beberapa jam saja.

Tak hanya itu, gejala putus kafein tidak dapat hilang dalam waktu singkat. Hal ini dapat bertahan mulai dari seharian penuh hingga dua bulan, tergantung pada seberapa sering mengonsumsi minuman berkafein.

Kopi

Perubahan pola tidur

Selama bulan puasa Anda tentu mengalami perubahan pola tidur, karena harus bangun lebih pagi untuk makan sahur. Akibat dari jam biologis yang berubah ini membuat Anda jadi kurang tidur.

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Missouri State University, kurang tidur dapat mengakibatkan sakit kepala yang menyakitkan dan memicu migrain pada beberapa orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini