Waspada, COVID-19 pada Anak Mirip Gejala Penyakit Kawasaki

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 12 Mei 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 481 2212819 waspada-covid-19-pada-anak-mirip-gejala-penyakit-kawasaki-u2lWhOrwYv.jpg Bintik-bintik di lidah salah satu gejala penyakit kawasaki (Foto : Nypost)

Efek kemunculan penyakit COVID-19, kini muncul masalah baru yang menyerang anak-anak, kondisi itu mirip dengan penyakit Kawasaki. Sebanyak 73 anak di New York dirawat di rumah sakit dengan gejala radang serius dan mengancam nyawa.

Hal ini mengkhawatirkan banyak orangtua. Bahkan, menurut Gubernur New York Andrew Cuomo, para orangtua mesti waspada ekstra akan penyakit ini.

"Kemunculan penyakit ini adalah mimpi buruk bagi setiap orangtua," kata Gubernur Cuomo, menurut laporan New York Post. Pernyataan ini disampaikannya selagi konfrensi pers kasus kematian anak berusia 5 tahun pada Kamis 7 Mei 2020.

Pejabat kesehatan setempat pun memperingatkan penyedia kesehatan mengenai kemungkinan hubungan antara virus misterius dengan penyakit Kawasaki. Fakta menarik dari kasus ini adalah dari hasil tes pasien, diketahui tubuh mereka positif COVID-19 atau mengandung antibodi yang melawan COVID-19.

Gejala Kawasaki

Di sisi lain, Dr Leonard Krilov, ketua pediatri di NYU Winthrop Hospital di Long Island, menjelaskan, masih terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti apakah kasus-kasus COVID-19 memiliki keterikatan dengan penyakit Kawasaki. "Itu kenapa kami masih mengatakan penyakit ini mirip Kawasaki," terangnya.

Krilov yang juga dokter spesialis anak itu pun menambahkan, kasus penyakit misterius ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Namun, dari kasus ini dirinya merasa ada informasi baru yang menarik untuk memberi tahu banyak tentang COVID-19 pada anak-anak yang bisa dikatakan minim terjadi.

"Virus ini memberi tahu kami sesuatu tentang COVID-19 dan bagaimana tubuh merespons pada usia yang berbeda," ungkapnya. Krilov sendiri diketahui merawat beberapa pasien COVID-19 pada anak-anak yang mirip dengan Kawasaki.

Penyakit Kawasaki sendiri merupakan penyakit langka yang terjadi pada masa kanak-kanak. Penyakit ini berpotensi fatal karena menyebabkan dinding pembuluh darah di tubuh meradang.

Sampai sekarang peneliti tidak yakin apa penyebab utama penyakit Kawasaki, yang kini dikaitkan dengan kasus COVID-19. Namun, penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak keturunan Asia dan Pulau Pasifik, beberapa peneliti mengatakan penyakit ini bersifat genetik.

"Meskipun kami tidak tahu penyebab utamanya, fakta bahwa itu terjadi setelah usia 5 atau 6 tahun. Penyakit ini juga dianggap sebagai infeksi yang membuat orang kebal terhadap infeksi," sambung Krilov.

Lantas, apa gejala yang bisa diketahui dari penyakit Kawasaki?

Dokter Krilov menjelaskan, gejala penyakit Kawasaki ialah demam yang berlangsung setidaknya lima hari, muncul ruam dan terjadi kondisi 'lidah stroberi'. Maksudnya, di permukaan lidah muncul pembengkakan dan muncul bintik-bintik yang timbul.

Selain itu, gejala lain dari penyakit Kawasaki ialah tangan dan kaki bengkak, mata merah, dan kelenjar di leher bengkak.

Kemudian, bagaimana membedakan gejala Kawasaki dengan COVID-19 pada anak-anak?

Gejala Kawasaki

Dalam pengalaman Krilov, ada beberapa perbedan antara pasien Kawasaki pada umumnya dengan anak yang mengalami COVID-19. Namun, kedua penyakit ini membuat bibir bengkak dan munculnya lidah stroberi. Demam dan ruam pun muncul.

Sementara itu, pasien COVID-19 anak biasanya mengalami gejala lain seperti peradangan ginjal, sakit perut, dan diare. Tetapi, mereka tak memiliki tanda kemerahan di tangan dan kaki seperti pasien Kawasaki.

"Pada pasien Kawasaki, si anak seperti tengah mengenakan stoking merah di tangan dan kakinya. Tetapi, ini tak ditunjukan oleh pasien COVID-19 anak," terang Krilov. Penelitian lebih lanjut diperlukan agar diagnosa lebih jelas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini