Benarkah Ruam di Kulit Tanda Baru Kena COVID-19?

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 13 Mei 2020 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 481 2213395 benarkah-ruam-di-kulit-tanda-baru-kena-covid-19-aGYAFV62oi.jpg Ilustrasi. (Medicalnewstoday)

KULIT gatal dan memerah diklaim menjadi salah stau gejala virus corona yang harus diwaspadai. Hal ini disampaikan dermatologis dari organisasi French National Union of Dermatologists-Venereologist (SNDV).

Dalam laporan Le Figaro dikatakan, manifestasi kulit termasuk pseudo-frostbite, gatal-gatal dan kulit kemerahan yang persisten dikaitkan dengan COVID-19. Kemunculan kemerahan yang tiba-tiba itu bisa terasa menyakitkan dan dokter kulit melihat munculnya lesi akibat urtikaria sementara.

kulit ruam

Penelitian ini dilakukan secara virtual. Jadi, SNDV mengorganisir kelompok diskusi WhatsApp yang terdiri lebih dari 400 profesional yang bekerja di sektor swasta atau untuk sistem perawatan kesehatan publik di Prancis. Mereka menyoroti lesi kulit yang mungkin tidak terkait dengan tanda-tanda COVID-19 khas lainnya, seperti masalah pernapasan.

Sementara itu, Dokter Spesialis Kulit Dermatologi Kosmetik, Dr Abraham Arimuko, SpKK, MARS, FINSDV, FAADV juga akan menjelaskan lebih lanjut. Dia mengatakan, banyak laporan pada kasus COVID-19, seorang pasien ada yang mengalami kelainan pada kulitnya.

"Tidak ada tanda patok di bidang kulit itu terkena COVID-19. Kelainan kulit memang ada, seperti kelainan berupa ruam, vesikel, purpura, namun kalau diperhatikan tidak khas, bisa saja penyebabnya dari virus lain," ucap Dr Abraham saat Diskusi Online NOROID Pseudo-Ceramide "Menjaga Kulit Sehat dan Lembap Selama Pandemi COVID-19".

Dr Abraham menambahkan, untuk gejala COVID-19 yang menyerang kulit tidak muncul spesifik. Setiap orang juga akan mengalami gejala yang berbeda-beda saat terinfeksi COVID-19.

Misalnya saja jika usia orangnya lebih tua, maka kulitnya kering dan timbul iritasi atau lecet bila digaruk. Begitu juga dengan pemilik kulit sensitif.

Dokter Spesialis Kulit Dermatologi Pediatrik, dr Tina Wardhani Wisesa, SpKK(K), FINSDV, FAADV menambahkan, untuk pengobatannya semua tergantung diagnosa klinis.

"Kita kasih obat beda, kalau ruam ya kita kasih konservatif pelembap sudah cukup, setelah infeksi akan hilang, baru dengan perawatan lainnya," ucap dr Tina.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini