Iuran BPJS Naik Juli 2020, Warganet Merasa Kena Prank

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 14 Mei 2020 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 14 612 2213875 bpjs-naik-juli-2020-warganet-merasa-kena-prank-L05HNGjmBk.jpg BPJS Kesehatan (Foto : Arif Julianto/Dok.Okezone)

Pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan mulai Juli 2020. Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini.

Hal ini tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Lebih jelasnya, per 1 Juli mendatang, iuran JKN-KIS bagi peserta PBPU dan BP disesuaikan menjadi Rp150.000 untuk kelas I, Rp100.000 untuk kelas II, dan Rp42.000 untuk kelas III.

Mengetahui adanya keputusan kenaikan BPJS Kesehatan ini, publik pun bersuara. Di Twitter, 'BPJS Kesehatan' jadi trending topic. Banyak netizen yang coba mengutarakan isi hatinya setelah mengetahui adanya keputusan ini.

Salah satu netizen menilai apa yang diputuskan Presiden Jokowi adalah wujud 'prank' yang nyata.

"Peserta Prakerja: Yes dapat insentif selama 4 bulan.

Pemerintah: Iuran BPJS naik bulan Juli, yang kelas III tahun depan.

Peserta Prakerja: Kena prank," tulis @Dhani****.

Lebih lanjut, menurut @JhonniSina****, keputusan MA adalah suatu kepastian namun tidak berkeadilan.

"Keputusan MA adalah suatu kepastian namun tidaj berkadilan. Mengapa? Jika keputusan MA dilaksanakan, maka BPJS Kesehatan akan bubar. Selanjutnya, jika BPJS Kesehatan bubar, maka siapa yang akan memikul beban kesehatan masyarakat kelas bawah? Ada yang bermurah hati dan berkenan?" ungkapnya.

Sementara itu, akun @Bobby*** coba menjelaskan dalam sudut pandang yang berbeda. Ia melihat bahwa naiknya iuran BPJS Kesehatan ini kejadian yang serupa dialami negara lain, sehingga perlu disadari masyarakat Indonesia.

"Ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi di seluruh dunia yang menerapkan skema jaminan sosial dan kesehatan. Bahkan, di negara komunis seperti China, BPJS-nya sudah menjadi 'fund provider' untuk mendukung pembiayaan non-budgeter.

Di Amerika Serikat, dana BPJS jadi market pasar uang di bawah kendali the FED. Di Singapura, BPJS menjadi 'fund provider' sebagai sumber kekuatan dana BUMN-nya. Di Eropa juga sama, dana BPJS jadi sumber dana bagi pengembangan bisnis yang masuk 500 'fortune'.

Semua negara pada awalnya ketika membangun BPJS ongkos sosial sangat mahal. Mereka sama dengan Indonesia mengalami defisit bertahun-tahun untuk menjaga keseimbangan antara sosial dan ekonomi. Namun akhirnya lambat laun BPJS menjadi sumber financial non budgeter.

BPJS Kesehatan

Pada waktu bersamaan, kesadaran orang akan kesehatan semakin tinggi dan sementara iuran dari tahun ke tahun terus naik. Orang juga tidak peduli, karena biaya obat terus meroket. Menjadi peserta BPJS jauh lebih baik daripada tidak," ungkap Bobby.

Di akhir penjelasannya, ia menyantumkan sebuah tagar yang memperjelas dukungannya terhadap Presiden Jokowi. "#SayaPercayaJokowi #RakyatPercayaJokowi," begitu bunyinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini