Penumpang Penuh Sesak di Bandara Soetta, Dokter: Siap-Siap Lonjakan Kasus Baru COVID-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 15 Mei 2020 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 481 2214515 penumpang-penuh-sesak-di-bandara-soetta-dokter-siap-siap-lonjakan-kasus-baru-covid-19-PeVryouDhV.jpg Penumpukan penumpang di Bandara Soetta (Foto : @andriansyahyasin/Twitter)

Media sosial dikagetkan dengan foto yang memperlihatkan penumpukan penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta di tengah pandemi virus corona. Dapat dilihat dengan jelas, tak ada yang namanya pysical distancing di sana.

Hal ini tentu membuat resah masyarakat yang melihatnya. Beberapa netizen bahkan kecewa karena upaya di rumah saja untuk mencegah penularan virus corona bagi mereka jadi sia-sia ketika kerumunan ini terjadi.

Mengetahui hal ini, Okezone coba mencari tahu apa risiko terbesar yang bisa terjadi pada situasi kerumunan di tengah pandemi virus corona.

Penumpukan Penumpang

(Foto: @andriansyahyasin/Twitter)

(Baca Juga : Begini Cara Atasi Iritasi dan Luka Kulit Akibat Masker Wajah)

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Timur dr Indah Fitriani, SpPD menjelaskan, sangat mungkin terjadi lonjakan kasus baru virus corona. Hal ini tak lain karena kerumunan mempermudah penyebaran virus antarmanusia.

"Kerumunan membuat risiko penularan sangat tinggi dan angka kasus baru akan terus meningkat," kata dr Indah melalui pesan singkat, Jumat (15/5/2020).

Ia memperingati juga bahwa banyak kasus COVID-19 ditemukan pada orang-orang dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala (OTG). Kelompok ini biasanya ada pada mereka berusia muda dan tanpa penyerta penyakit yang daya tahan tubuhnya baik.

Dokter Indah melanjutkan, selagi vaksin belum ditemukan dan mungkin baru ada 1 hingga 2 tahun ke depan, masyarakat diminta terus waspada. "Masyarakat harus siap dengan adanya lonjakan kasus baru dan ini bisa terjadi karena aktivitas dalam kerumunan," tegasnya.

Di sisi lain, mungkin ada di antara Anda yang berpendapat 'Kan sudah pakai masker, pasti aman dong walau di tengah kerumunan?'. Dr Indah punya pandangan mengenai hal ini.

"Risiko penularan memang berkurang kalau masyarakat sama-sama pakai masker, ada penelitian yg bilang kalau risikonya turun menjadi hanya 1 koma sekian persen, tapi tetap ada risiko tertular," ungkap dr Indah.

Penumpukan Penumpang

(Foto: @fahlevi.rezaaa/Instagram)

Dia menegaskan, meski sudah pakai masker, masyarakat kita masih banyak yang tak tahu bagaimana cara pakai masker yang benar. Ini menjadi masalah yang harusnya dipahami mereka yang berani berada di kerumunan.

"Banyak yang masih sentuh-sentuh masker (terutama bagian luar), pakai masker kemudian diturunkan di dagu saat makan atau minum lalu dipakai lagi, taruh masker di sembarang tempat lalu dipakai lagi, dan masih banyak lagi cara-cara yang keliru," tutur dr Indah.

"Jadi, ya, risiko penularan memang berkurang, tapi bukan berarti hilang sama sekali. Ini yang harusnya dipahami semua orang," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini