Mengenal Kanker Usus seperti yang Diidap Henky Solaiman

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 16 Mei 2020 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 16 481 2215105 mengenal-kanker-usus-seperti-yang-diidap-henky-solaiman-RXdnvRX3MX.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

INDONESIA kembali kehilangan aktor senior Henky Solaiman pada Jumat 15 Mei 2020. Pria yang lahir pada 30 Agustus 1941 di Bandung, Jawa Barat, ini menghembuskan napas terakhirnya usai berjuang melawan kanker usus.

Kanker usus atau biasa disebut kanker kolorektal merupakan salah satu penyakit mematikan. Meski demikian, kanker ini bisa dicegah dan diobati apabila dideteksi secara dini.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Ari Fahrial Syam mengatakan jika kasus kanker usus besar ditemukan pada stadium awal maka harapan hidup lima tahun seseorang bisa mencapai 92 persen.

Sebaliknya jika kanker usus ini ditemukan pada stadium IV atau lanjut maka harapan hidup lima tahunnya hanya tinggal 12 %. Gaya hidup menjadi salah satu penyebab kanker usus besar menjadi penyebab utama kematian meningkat di tengah masyarakat.

“Kasus kanker usus sudah umum ditemukan. Saat ini bahkan kasus-kasus baru ditemukan pada usia yang lebih muda. Faktor genetik memang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker usus besar, tetapi gaya hidup merupakan hal yang utama,” terang dr. Ari dalam siaran pers, Sabtu (16/5/2020).

 

Dalam penelitian, terdapat beberapa faktor risiko yang telah teridentifikasi sebagai penyebab kanker usus. Beberapa di antaranya adalah diet tinggi dengan daging merah maupun daging olahan serta kurang makan sayur dan buah.

Merokok juga menjadi faktor risiko utama penyebab penyakit ini. Beberapa kasus kanker usus justru bukan pada perokok aktif tapi pada para perokok pasif.

Baca Juga: Henky Solaiman Meninggal, Kenali Makanan Penyebab Kanker Usus 

“Kegemukan, kurang bergerak, dan peminum alkohol menjadi faktor risiko lainnya. Ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa berubah yakni usia. Usia di atas 50 menjadi batasan umur untuk memulai skrining penyakit,” lanjutnya.

Faktor genetik berupa riwayat kanker atau polip usus pada keluarga, riwayat penyakit radang usus kronis, kencing manis/diabetes mellitus merupakan faktor risiko yang juga harus diantisipasi.

Pada awalnya penyakit ini tanpa gejala. Alhasil, masyarakat yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kanker usus harus sering melakukan kontrol ke dokter. Nantinya akan dilakukan pemeriksaan skrining untuk mendeteksi secara dini penyakit tersebut.

Baca Juga: Berita Duka, Henky Solaiman Meninggal Dunia 

“Gejala yang timbul kalau kanker usus antara lain buang air besar berdarah, pola defekasi yang berubah, baik mudah diare atau sembelit secara bergantian, sakit perut berulang, berat badan turun, pucat tanpa sebab yang jelas bahkan apabila teraba benjolan di perut,” tuntasnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini