Bolehkah Anak Usia 1 Tahun Makan Kerupuk dengan Penyedap Rasa?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 18 Mei 2020 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 612 2216141 bolehkah-anak-usia-1-tahun-makan-kerupuk-dengan-penyedap-rasa-tWDdPGl0oB.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SAAT tumbuh kembang anak, bagian terpenting adalah mencukupi kebutuhan nutrisi mereka. Nutrisi pun bisa didapatkan melalui makanan yang diberikan.

Nah, semakin sering anak-anak makan, maka pemenuhan gizi tubuhnya pun akan baik. Sayangnya, membuat anak makan memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Bahkan, beberapa anak pun cenderung hanya senang makan makanan tertentu, salsah satunya adalah kerupuk.

Tidak sedikit orangtua yang memiliki anak yang doyan banget makan dengan kerupuk. Tapi, apakah kerupuk boleh diberikan ke anak? Bukankah ada risiko penyakit yang bisa ditimbulkan dari mengonsumsi kerupuk?

Dokter Spesialis Anak Konsultan Dr. dr Conny Tanjung, Sp.A(K), mengatakan sebetulnya boleh-boleh saja orangtua memberikan kerupuk ke anak. Terlebih, jika si anak sudah di atas satu tahun usianya. Ini karena si anak sudah lebih bebas dalam menerima asupan makanan.

Tapi, yang mungkin dikhawatirkan banyak orangtua adalah rasa asin atau penyedap makan yang ada di kerupuk. dr Conny pun menjelaskan, kalau memang kadarnya tidak berlebihan, tidak akan menimbulkan masalah untuk si kecil.

kerupuk untuk makan

"Jumlahnya yang harus jadi perhatian di sini. Kalau kebanyakan garam, ini akan berisiko jangka panjang, si anak bisa mengalami masalah hipertensi," kata dia.

"Nah, kalau penyedap rasa, ini kan biasanya diberikan agar makanan lebih gurih karena ada umaminya. Boleh dikonsumsi anak, asal jangan berlebihan," paparnya.

Dr Conny melanjutkan, kalau misalkan orangtua sudah khawatir dengan kebiasaan makan kerupuk pada anak-anak ini, ada cara untuk menyiasatinya. Hal utama yang harus diperhatikan adalah memastikan dari mana kerupuk itu didapatkan. Pastikan kerupuk yang dimakan bukan sesuatu yang membahayakan.

"Kemudian, kalau bisa memastikan minyak yang dipakai untuk memasak tidak mengandung trans yang banyak, untuk meminimalisir bahaya dari minyak yang sudah dipakai berkali-kali," jelas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini