Intip Susi Pudjiastuti Kenalkan Ikan Hasil Tangkapan Nelayan di Pangandaran

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2020 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 298 2216466 susi-pudjiastuti-kenalkan-ikan-tangkapan-nelayan-pangandaran-ada-favoritnya-orang-eropa-mahal-di-restoran-I1kjST7C0R.jpg Susi Pudjiastuti (Foto : Susi Pudjiastuti/Youtube)

Susi Pudjiastuti kembali memperlihatkan aktivitas sehari-harinya di tengah pandemi COVID-19. Pada kesempatan ini, ia menjelaskan berbagai macam ikan yang dibelinya di Pasar Ikan Pangandaran.

Dalam akun Youtube resminya @Susi Pudjiastuti, dia memperlihatkan aneka ikan segar dengan ukuran yang besar. Tak lupa, Susi juga menjelaskan satu per satu ikan yang berhasil diperolehnya dari laut Pangandaran.

“Pagi ini, anak anak saya suruh ke Pasar Ikan Pangandaran. Dan ternyata dapetnya liat deh ada ikan kerapu. Beratnya 11 kilogram satu ekor. Mau liat? Nah, wah gede banget. Ini ikan kerapu yang enak itu. Oke, kemudian kakap merah segar. Luar biasa,” jelas Susi.

Susi Pudjiastuti

Tak hanya ikan kerapu dan kakap merah saja, mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia itu juga memperlihatkan ikan lain yang tak kalah besarnya. Semuanya murni hasil tangkapan para nelayan di laut Pangandaran, Jawa Barat.

“Terus ikan jenaha. Ini juga sejenis kakap. Waw, luar biasa. Kemudian, ikan layur. Ini loh, yang tempo hari juga loncat di perahu kita waktu berenang. Kemudian, ada ikan sebelah. Ini yang namanya sole fish. Orang eropa, senang banget makan ini mahal di restoran,” lanjutnya.

Wanita yang gemar mengajak masyarakat untuk sering mengonsumsi ikan tersebut mengaku kalau orang Indonesia sering menganggap ikan sebelah adalah ikan murah. Ia mengatakan ikan sebelah kebanyakan dijadikan gereh, atau ikan asin.

“Ikannya enak banget kalo di pepes. Nanti saya suruh anak anak bikin pepes. Kemudian, ini ikan laut yang paling mahal. Ikan laut yang paling mahal adalah bawal putih,” sambung Susi.

Susi Pudjiastuti

Menurutnya satu kilogram ikan bawal putih seberat 3-5 ons sebelum virus corona menyerang, harganya bisa mencapai Rp500 ribu. Sementara untuk yang beratnya lima ons ke atas harganya bisa sampai Rp500-1 juta per kilonya.

“Tapi sekarang ada corona cuma Rp200 ribu, sekira Rp250 ribu dari yang tadinya Rp500 ribu, cuma separuhnya. Kemudian, ini juga ikan enak. Ikan trevally, jenis jenis trevally. Ini ikan luar biasa enaknya. Ini di Pindang Saat kita bilangnya,” cetusnya.

Susi Pudjiastuti

Susi menjelaskan bahwa Pindang saat dimasak menggunakan gula merah, dan sedikit asem jawa. Setelah direbus ikannya digoreng menggunakan sedikit minyak. Selain bermacam-macam ikan, wanita nyentrik ini juga membeli beberapa macam kepiting untuk santap sahurnya.

“Ada lagi, kepiting. Kepitingnya rajungan. Ini namanya gombar, jenis rajungan merah. Hari ini, pendapatan nelayan agak lumayan. Ini mancing semua bukan dapet jaring. Pancing itu modalnya tidak banyak. Kalau mau yang hidup di pinggir pantai, mancinglah. Dapat hasil seperti ini, paling tidak makan di rumah,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini