Resep Ikan Layur ala Susi Pudjiastuti untuk Santap Sahur

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2020 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 298 2216658 resep-ikan-layur-ala-susi-pudjiastuti-untuk-santap-sahur-BKhJWZEWId.jpg Susi Pudjiastuti masak ikan layur untuk santap sahur (Foto : Susi Pudjiastuti/Youtube)

Susi Pudjiastuti terus berkreasi untuk menciptakan masakan-masakan nikmat selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pada kesempatan kali ini, mantan Menteri Perikanan dan Kelautan itu mencoba memasak menu yang terbuat dari ikan layur.

Sekadar informasi, belum lama ini Susi baru saja membeli berbagai ikan hasil tangkapan nelayan di Pasar Pangandaran. Oleh sebab itu, dia mencoba untuk mengolah ikan layur berukuran besar untuk santap sahurnya.

“Jadi di sini, ikan layur nya kita bersihkan. Layur tidak punya sisik. Nah, ini kita potong-potong 5cm nanti kita bakar. Setelah bakar, nanti kita masukkan ke dalam bumbu yang sudah kita beri santan. Ikannya enak,” terang Susi, melalui channel Youtubenya.

Pada kesempatan yang sama, Susi pun menjelaskan tentang sejarah kelam ikan layur di Indonesia. Dulunya banya orang menganggap ikan layur itu murahan. Padahal tidak demikian.

Susi Pudjiastuti

“Dulu, sebelum krisis 1998, harga ikan layur cuma Rp700. Gak laku. Saya memulai ekspor waktu itu ke Jepang. Akhirnya ikan layur menjadi fillet, menjadi apa dikenal di Jepang. Harganya, karena waktu itu krisis 1998 naik jadi Rp11 ribu dari Rp700,” lanjutnya.

Wanita nyentrik tersebut mengaku seringkali di tegur sama ibu-ibu di pasar. "gara gara bu susi kita gk bisa makan layur lagi". Beruntung saat ini tapi bila dibandingkan dengan ayam, dan sapi, harga ikan layur masih lebih murah. Masyarakat masih bisa memperoleh ikan ini dengan harga Rp20-30 ribu dari nelayan.

“Dagingnya enak sekali. Duri nya juga cuma ditengah saja. Nah, kawan-kawan, di sini bumbunya. Ada bawang merah, lengkuas, jahe, bawang putih, cabe, lalu daun salam. Kita tidak perlu pake tomat. Kemudian ini ada soun. Saya suka setelah dikasih santan, dikasih soun sedikit,” sambungnya.

Susi pun mulai memasukkan bumbu halus yang telah dibuat sebelumnya. Ia mengaku senang memasak menggunakan bumbu yang diulek. Menurutnya cara memasak dengan bumbu dengan diulek akan membuat masakan menjadi semakin enak.

“Kalau lagi malas saja, saya baru dipotong potong. Bumbunya di ulek setelah itu digoreng sedikit pakai minyak. Minyaknya jangan banyak-banyak. Karena minyak juga agak kurang sehat. Tunggu sampai agak matang, supaya bumbunya tidak langu. Jadi tidak berasa mentahnya, kalau dimasak sampai matang,” lanjutnya.

Susi Pudjiastuti

Karena senang dengan rasa pedas, Susi pun selalu memberikan ekstra cabai pada masakan yang dibuatnya. Setelah baunya harum, sejumah bumbu seperti lengkuas, dan santan mulai dimasukkan. Kalau tidak suka terlalu kental, boleh tambah air.

“Tapi karena ini ada sounnya, jadi saya suka agak kental sedikit. Nah, kita tunggu mendidih lalu nanti ikannya kita masukkan. Tunggu sebentar ya. Ikannya kita masukin, nah sekarang kita icipin. Sekarang ini udah mendidih nah, kita masukin sounnya. Dimakan pake nasi panas-panas,” tuntasnya.

Ikan Layur

(Ikan Layur Hasil Masakan Susi Pudjiastuti)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini