nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Takut Imunisasi Anak saat Pandemi Corona? Ini Tips dari Dokter Anak

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 21 Mei 2020 22:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 21 481 2217677 takut-imunisasi-anak-saat-pandemi-corona-ini-tips-dari-dokter-anak-SV7oBjyRJj.jpg Imunisasi Anak saat Pandemi COVID-19 (Foto : Unicef)

Sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan, rangkaian imunisasi pada anak wajib dilengkapi. Tujuannya agar anak memiliki bekal supaya memiliki daya tahan tubuh yang prima.

Imunisasi rutin pada anak dilakukan sampai anak di usia lima tahun, dengan jadwal imunisasi dasar selama 18 bulan. Setelah itu imunisasi pengulangan (booster) sampai anak berumur lima tahun.

Dengan atau tanpa virus corona pun, berbagai virus seperti virus campak, virus polio, kuman difteri, hingga tetanus disebutkan masih tetap ada di udara Indonesia. Ini artinya berbagai penyakit, bukan hanya COVID-19 masih tetap mengintai anak-anak di Indonesia.

Namun situasi pandemi corona membuat para orangtua dilema. Di satu sisi ingin tetap memberikan imunisasi pada anak, tapi di sisi lain para orangtua merasa takut dan khawatir jika harus ke rumah sakit dengan membawa anak.

Suntik Vaksin

Lalu apakah jadwal imunisasi boleh ditunda di tengah pandemi seperti sekarang? Jawabannya adalah tidak, menurut dr. Anjar Setiani, dokter spesialis anak justru imunisasi anak tetap harus diberikan sesuai jadwal.

“Sesuai anjuran Kemenkes, semua imunisasi harus dilengkapi jadwalnya, jangan ditunda hanya karena kita takut ke rumah sakit jadinya malah enggak imunisasi,” ujar dr. Anjar dalam diskusi daring media, Kamis (21/5/2020).

Kemudian, bagaimana tips membawa anak untuk imunisasi di tengah pandemi seperti ini?

“Tipsnya pertama pilih fasilitas kesehatan misalnya rumah sakit, klinik, atau puskesmas yang terdekat dari rumah,” imbuhnya.

Selanjutnya, tips kedua yang bisa dilakukan orangtua saat membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi ialah memastikan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas atau klinik yang mau didatangi punya ruang atau waktu layanan yang berbeda untuk menangani pasien sakit dan orang sehat.

“Pastikan fasilitas kesehatan yang didatangi itu membedakan pasien sakit dan orang sehat. Misalnya jadwal pagi hingga 12 siang mereka melayani khusus orang sakit, dilanjutkan jam 1 hingga sore hanya untuk orang sehat. Ada juga rumah sakit yang lantai satu untuk pasien sakit, sedangkan lantai dua nya khusus untuk orang sehat. Jadi antara orang sakit dan orang sehat itu terpisah, tidak bercampur,” tandasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini