nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Negara Ini, Perempuan Masih Perawan Bisa Dilihat dari Gaya Rambutnya

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 21 Mei 2020 16:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 21 611 2217503 di-negara-ini-perempuan-masih-perawan-bisa-dilihat-dari-gaya-rambutnya-q1HZfv0O5A.jpg Gaya rambut amasunzu di Rwanda (Foto : @NoelKambanda/Twitter)

Media sosial dihebohkan dengan sosok Sarah Salsabila yang hendak melelang keperawanan demi isa memberikan donasi untuk melawan pandemi virus corona. Selebgram yang biasa disapa Sarah Keihl tersebut memulai lelang dari angka Rp2 miliar.

Namun, Sarah Salsabila telah memberikan klarifikasi bila dirinya tidak bermaksud benar-benar menjual keperawanannya. Hal itu disampaikannya melalui akun Instagramnya.

"Halo, maaf teman-teman udah buat kegaduhan. Sebenarnya lelang keperawanan itu bentuk sindiran aku terhadap masyarakat yang enggak peka sama situasi kayak gini, masih nongkrong dan lain-lain," tulis Salsa.

Sarah Salsabila

"Aku tujuannya sarkasme/bercanda. Ada sebagian orang yang bertaruh hal yang paling penting di hidup mereka. Tapi ternyata sarkas yang aku bikin keterlaluan dan aku memohon maaf sebesar-besarnya. Aku enggak bermaksud untuk melecehkan wanita dan aku juga enggak bermaksud lelang keperawanan," ungkapnya.

Membicarakan keperawanan tidak hanya soal kontroversi lelang, tetapi juga berkaitan dengan budaya. Status keperawanan seorang perempuan bisa dilihat dari gaya rambut tradisional.

Gaya rambut tradisional tersebut disebut Amasunzu. Gaya rambut yang unik ini berasal dari negara bagian Rwanda, Afrika Tengah. Dikutip dari AnOther, masyarakat di Afrika Tengah menganggap Amasunzu sebagai status bagi penggunanya. Ada perbedaan jika Amasunzu digunakan oleh pria dan wanita.

Gaya Rambut

(Foto : @NoelKambanda/Twitter)

Bagi wanita yang menggunakan gaya rambut Amasunzu ini untuk melambangkan simbol atau status keperawanan, keanggunan, kerapihan dan kedewasaan. Para wanita yang menggunakan gaya rambut ini dapat membantu orang lain untuk lebih mudah mengidentifikasi status, mengartikan bahwa mereka yang menggunakannnya belum menikah.

Amasunzu hanya digunakan bagi wanita yang masih perawan. Setelah menikah, wanita diperbolehkan untuk menggunakan gaya rambut apapun dengan bebas. Potongan gaya rambut bebas ini disebut Uruhanika. Hal ini menunjukan rasa hormat untuk suami dan anak-anak mereka.

Gaya rambut Amasunzu ini masih dipakai oleh pria dan wanita untuk melambangkan status mereka di masyarakat. Sebenarnya bukan hanya untuk melambangkan status, bagi kaum muda yang menggunakan gaya rambut sebagai realisasi diri dan kebanggaan pada budaya Rwanda.

Gaya Rambut Amasunzu

(Foto : @PpleofAfrica/Twitter)

Jika untuk wanita melambangkan keperawanan. Bagi pria, menggunakan gaya rambut Amansunzu melambangkan kekuatan, keberanian, pemimpin yang kuat, kaya, dan makmur. Selain itu, gaya rambut ini biasanya digunakan oleh masyarakat yang dihormati, seperti pemimpin suku atau masyarakat yang memiliki status sosial yang lebih tinggi.

Dikalangan para prajurit, amasunzu akan menunjukkan kekuatan, keberanian, dan kebangsawanan. Ada lebih dari 30 gaya rambut Amasunzu. Untuk mendapatkan gaya rambut ini butuh keterampilan khusus karena pemotongannya yang harus akurat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini