nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IDAI Tak Setuju Pemerintah Buka Sekolah Juli 2020

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 13:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 22 196 2218005 idai-tak-setuju-pemerintah-buka-sekolah-juli-2020-orNi3lzX4j.jpg Ilustrasi (Foto : Chocchildren)

Karena tingginya kasus COVID-19 pada anak di Indonesia, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K) mengimbau pemerintah tak membuka sekolah di Juli mendatang.

Sebelumnya dr Aman mengutarakan data anak pasien dalam pengawasan (PDP) yang ada di Indonesia sampai sekarang. Dia mengatakan, mortality rate (angka kematian) virus corona COVID-19 pada anak di Indonesia sangat tinggi.

"Sebetulnya kita under estimated pada kasus COVID-19 pada anak di Indonesia. Total kasus PDP itu sebanyak 3300 hingga 3400, lalu kasus PDP yang meninggal ada 129 orang, dan kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 584 kasus dan kasus kematian akibat COVID-19 sebanyak 14 kasus," paparnya.

Anak Waspada COVID-19

Karenanya, dr Aman menjelaskan, pemerintah seharusnya melibatkan dan bertanya pada dokter anak dan ahli epidemologi untuk menentukan kapan sekolah dibuka. Bukan malah ahli ekonomi yang didengarkan.

"Pemerintah kan tahu ada ketua dokter anak di masing-masing daerah. Mereka ini yang harusnya ditanyai kapan sekolah kondusif untuk dibuka. IDAI punya satgas COVID-19 sendiri," terang dr Aman.

Ia pun dengan tegas mengatakan ketidaksetujuannya pada keputusan pemerintah yang akan membuka sekolah Juli mendatang. "Jangan berandai-andai sebelum bertanya pada ahlinya," tegasnya.

Semua orang mesti sadar bahwa setiap harinya ada kasus baru COVID-19 pada anak. Ini harusnya jadi acuan lain untuk membuka kembali sekolah. Terlebih, menyedihkan sekali ketika melihat anak-anak harus diisolasi tanpa orangtuanya.

"Kasus COVID-19 anak di Indonesia itu sudah terjadi pada setiap jenjang umur, bahkan bayi berusia 1 bulan juga ada. Kebanyakan dari mereka yang dirawat banyak menangis, tak termasuk anak berusia 17 tahun. Kebayang kalau itu balita," tambahnya.

Dokter Aman menambahkan, karena itu penting bagi setiap orang untuk menaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Jangan keluar rumah kalau tidak penting dan harus menjalani hidup bersih dan sehat. Kesehatan anak penting diperhatikan semua orangtua.

Anak Waspada COVID-19

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) DKI Jakarta Koesmedi Priharto menerangkan keputusan melonggarkan PSBB itu harus benar-benar matang dan sesuai data, termasuk soal membuka sekolah. Sebab, kalau asal keluar akan membahayakan orang banyak.

Menurutnya, pemerintah harus betul-betul memastikan anak-anak yang nantinya melakukan pendidikan sudah terbiasa menjalani protokol kesehatan.

"Jadi, pemerintah harus memastikan pihak sekolah menerapkan peraturan ketat pada anak murid, bagaimana mereka ini harus cuci tangan dengan sabun setelah melakukan aktivitas apapun, menjaga jarak aman, dan tetap pakai masker di lingkungan sekolah," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini