nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prediksi Kasus Positif COVID-19 25 Ribu di Awal Juni, Masyarakat Harus Lawan Corona!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 09:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 22 481 2217803 prediksi-kasus-positif-covid-19-25-ribu-di-awal-juni-masyarakat-harus-lawan-corona-7dQIYgb7Fs.jpg Ilustrasi. (Freepik)

PADA Kamis, 21 Mei 2020, sementara jumlah pasien COVID-19 di Indonesia mencapai angka tertinggi kenaikan kasus. Diterangkan Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto, kenaikannya mencapai 973 kasus, menjadi 20.162 kasus.

Fakta ini membuat masyarakat harus semakin waspada untuk terus melawan virus corona. Pemerintah juga terus mengimbau masyarakat, agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah semaksimal mungkin. Tapi, fakta di lapangan beberapa kasus kerumunan terjadi dan ini mengkhawatirkan banyak orang.

corona

Praktisi Kesehatan dr Ari Fahrial Syam sebelumnya sudah memprediksi kasus COVID-19 ini di awal April. Dia mengatakan, ketika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak ditaati dengan sangat baik oleh masyarakat, maka angka COVID-19 di atas 10 ribu kasus.

"Faktanya sekarang, di 10 hari pertama di Mei, angka infeksi COVID-19 di atas 15 ribu kasus," katanya dalam video Youtube berjudul 'Ayo Kita Bekerja Sama atau #IndonesiaTerserah' yang dibagikan pada Selasa, 19 Mei 2020.

Dokter Ari melanjutkan, jika kondisi PSBB yang tidak ketat dan tidak banyak ditaati masyarakat, serta ketentuan tidak boleh mudik tidak konsisten, kasus COVID-19 di Indonesia pada awal Juni bisa mencapai angka 25 ribu kasus.

"Saya lihat sekarang ini jumlah kenaikan kasus sudah mencapai 5 ribu per minggu, jika psbb tidak berhasil serta ketentuan tidak boleh mudik tidak konsisten, di awal Juni kasus infeksi COVDI-19 bisa mencapai 25 ribu kasus," tegasnya.  

Menjadi catatan untuk masyarakat, sambung dr Ari, ketika angka infeksi terus meningkat, yang paling menderita adalah petugas kesehatan. "Kenapa? Karena mereka yang terpapar langsung dari pasien," terangnya.  

Dokter Ari menegaskan, infeksi COVID-19 ini bukan infeksi biasa. Akan menjadi sangat membahayakan bagi petugas kesehatan apabila mereka lengah dalam bertugas.

"Kalau petugas kesehatan lengah di dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) atau tidak memperhatikan protokol kesehatan yang tepat saat membuka APD, maka petugas kesehatan sangat mungkin tertular dan fatalnya bisa menyebabkan kematian," imbuh Dokter Ari.

Oleh karena itu, Dokter Ari berharap agar semua pihak bisa menahan diri agar bisa mengendalikan jumlah kasus ini dengan sebaik-baiknya. Dia menekankan sekali lagi, ketika jumlah kasus terus meningkat, maka PSBB harus diperketat.

"PSBB diperkatat di sini ialah mudik benar-benar dilarang, masyarakat stay at home, work from home, dan study at home," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini