nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rentan Terserang Corona, IDAI Sebut Ada 584 Kasus Anak Positif COVID-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 13:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 22 481 2217937 rentan-terserang-corona-idai-sebut-ada-584-kasus-anak-positif-covid-19-EXeflZAcMC.jpg Ilustrasi (Foto : Unicef)

Jika selama ini Anda percaya anak-anak tidak mudah terserang virus corona, maka anggapan itu salah. Sebab, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan data bahwa anak Indonesia berisiko tinggi terpapar COVID-19.

Dikatakan Ketua IDAI Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), data tersebut dilihat dari jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang ada di Indonesia sampai sekarang. Hasilnya membuktikan, mortality rate (angka kematian) virus corona COVID-19 pada anak di Indonesia sangat tinggi.

"Sebetulnya kita under estimated pada kasus COVID-19 pada anak di Indonesia. Total kasus PDP itu sebanyak 3300 hingga 3400, lalu kasus PDP yang meninggal ada 129 orang, dan kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 584 kasus dan kasus kematian akibat COVID-19 sebanyak 14 kasus," paparnya.

Anak Waspada COVID-19

Angka tersebut dikatakan dr Aman bahkan diyakini belum terkumpul menyeluruh. Sebab, beberapa daerah seperti di Kalimantan, NTT, Papua, atau Sulawesi, mendapatkan hasilnya tidak cepat, butuh beberapa waktu setelah tes dilakukan.

Dokter Aman menambahkan, jika deteksinya lebih tinggi, kasus COVID-19 pada anak bisa dikendalikan. Lantas, apa yang membuat anak rentan mengalami COVID-19?

Ia menjelaskan, ada dua kondisi kesehatan yang mengancam jiwa anak, yakni pneumonia dan diare. Dua kondisi ini menjadi 'gerbang' masuknya COVID-19 ke dalam tubuh anak.

Terkait dengan gejala COVID-19 pada anak, dr Aman menuturkan, gejala klinisnya lebih samar. "Demam, batuk, dan diare, atau bisa salah duanya," terang dia.

Anak Waspada COVID-19

Nah, karena pada anak kasus COVID-19 lebih rentan menyerang pencernaan, maka penularan juga bisa terjadi melalui feses. Ini harus menjadi perhatian semua orangtua, khususnya pada orangtua yang anaknya belum bisa cebok mandiri.

"Kebayang kalau anaknya belum bisa cebok mandiri dengan sempurna, misalnya pas lagi di sekolah. Tangan kotornya itu bisa menularkan virus COVID-19 ke temennya," terang dr Aman.

Menjadi catatan juga bagi orangtua agar ketika baru keluar dari rumah, jangan asal pegang anaknya. Sebab, bisa saja dari tangannya itu membawa virus berbahaya. Karena itu, sangat disarankan agar segera bersih-bersih ketika sampai di rumah dan tidak menyentuh apapun ketika baru tiba di rumah.

"Sangat dianjurkan bagi semua keluarga Indonesia untuk melakukan protokol kesehatan yang ketat selama COVID-19," saran dr Aman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini