Cara Kelola Rasa Sedih Tak Bisa Pulang Kampung saat Lebaran

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 25 Mei 2020 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 24 196 2219076 cara-kelola-rasa-sedih-tak-bisa-pulang-kampung-saat-lebaran-HeVqh9jTQQ.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Hari Raya Idul Fitri tahun ini akan jadi pengalaman yang berbeda bagi umat Muslim di seluruh dunia. Karena dijalani di saat pandemi akibat virus corona.

Termasuk umat Muslim di Indonesia, lebaran kali ini tidak bisa mudik ke kampung halaman, tidak salat Ied berjamaah di masjid atau tanah lapang, hingga tidak menggelar open house kumpul-kumpul di rumah.

Tidak bisa menjalani serangkaian tradisi saat Lebaran, tak dipungkiri pasti membuat kita sedih. Apalagi jika mengingat, belum tentu kita diberi kesempatan bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri pada tahun-tahun berikutnya.

Meskipun sedih, namun sebaiknya rasa sedih ini tidak dibiarkan begitu saja berlarut-larut. Sebaliknya, kita harus bisa mengelola rasa sedih ini dengan baik agar dampak negatif yang dirasakan bisa dikurangi.

Lalu bagaimana cara mengelola rasa sedih ini agar tidak menjadi hal negatif? Memahami kondisi saat ini disebutkan jadi jawaban pertama yang diutarakan oleh psikolog sekaligus founder SETALA Psychological Center, Zarra Dwi Monica, M.Psi sebagai cara pertama mengelola rasa sedih ini.

Lebaran

Menerima dan memahami kondisi yang terjadi saat ini akibat pandemi corona, adalah kondisi di luar kontrol. Namun fokuslah untuk berpikiran, situasi sekarang sifatnya hanyalah sementara.

“Pahami kondisi sekarang, kondisi saat ini di luar kontrol kita namun ini hanya sementara. Terlalu fokus sama hal yang enggak bisa diubah atau dikontrol buat kita cemas. Jadi restrukturisasi pola pikir ini penting. Enggak bisa kontrol di luar sana, tapi kita punya kontrol dan pilihan untuk gimana bereaksi. Kita ada pilihan mau menyesali keadaan atau mencoba melakukan hal lain di luar itu,” terang Zarra saat dihubungi Okezone melalui pesan belum lama ini.

Cara berikutnya ialah tetap terhubung, stay connected dengan inner circle jadi super penting. Sebab di kondisi sekarang rentan sekali diri bisa merasa kesepian. Tetap terhubung melalui chat, video call, telefon akan sangat membantu.

Selanjutnya trik yang bisa dilakukan adalah melakoni aktivitas yang menyenangkan, ini fungsinya untuk membuat diri tidak fokus dengan pemikiran dan emosi negatif.

“Kita bisa pakai waktu melakukan aktivitas yang bikin bahagia, contohnya masak pakai resep keluarga. Pas kan saat menjelang lebaran, kita kangen makanan buatan keluarga. Masak pakai resep keluarga bukan cuma isi waktu, hasilnya bisa dinikmati mengurangi rasa kangen,” tambahnya.

Lebaran

Cara mengelola rasa sedih lainnya yang disarankan, yakni dengan tetap merawat diri. Self-care jadi sangat penting, apalagi di situasi darurat seperti sekarang siapa lagi kalau bukan diri sendiri yang merawat diri sendiri. Self-care disebutkan Zarra sebagai salah satu contoh mencintai diri yang perlu dilakukan, khususnya dalam kondisi pandemi saat ini supaya sehat secara fisik dan psikologis.

Terakhir, kita juga bisa mengekspresikan rasa sedih yang muncul akibat berlebaran di tengah pandemi ini dengan membuat jurnal pribadi berisi hal-hal positif. Tak perlu rumit, isi gratitude journal dengan hal-hal kecil dan sederhana yang terkadang luput sehari-hari.

“Isinya se-simple bisa buka puasa dengan layak misalnya, atau bisa bernapas dan beraktivitas, atau bisa merasakan matahari pagi. Hal-hal kecil ini jika dilatih untuk disyukuri maka akan melatih diri supaya bisa melihat sebuah peristiwa dari sudut yang lebih positif,” tutup Zarra.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini