Benarkah Olahraga dengan Masker Bisa Bikin Meninggal?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 25 Mei 2020 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 25 612 2219205 benarkah-olahraga-dengan-masker-bisa-bikin-meninggal-RQzUZWEq3D.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DUA orang siswa meninggal dunia dalam kurun waktu satu minggu di China. Penyebabnya, karena remaja tersebut mengenakan masker selama ujian pendidikan jasmani.

Salah satu siswa yang meninggal dalam kejadian tersebut berusia 14 tahun. Kala itu ia menggunakan masker bedah, sementara satu korban lainnya menggunakan masker N95 atau disebut respirator.

Kabarnya kedua anak laki-laki itu “tiba-tiba” pingsan di jalur lari sekolah mereka. Keduanya kemudian dinyatakan meninggal dalam kurun waktu enam hari. Salah satu ayah siswa itu mengatakan bahwa ia melihat gambar anaknya dari CCTV.

Rekaman tersebut menunjukkan putranya berlari di lintasan atletik yang terdapat di kelas olahraga. Mereka lalu terjatuh dalam dua hingga tiga menit pada 24 April 2020.

Melihat anaknya meninggal, keluarga memilih untuk tidak melakukan otopsi. Mereka diberitahu oleh rumah sakit setempat bahwa anak mereka meninggal karena serangan jantung mendadak.

"Saya curiga itu karena dia memakai masker. Saat itu cuaca cerah dan kelas olahraga mereka di sore hari sekira 20 derajat Celcius. Tidak nyaman memakai masker saat berlari,” terang salah satu ayah anak tersebut, melansir dari Yahoo, Senin (25/5/2020).

Penggunaan masker di sekolah-sekolah adalah hal wajib. Mereka sebenarnya khawatir tentang sistem pernapasan. Terlebih dalam hal pendidikan jasmani para siswa selama tiga bulan terakhir. Bahkan beberapa kota seperti Tianjin dan Shanghai, telah menghilangkan lari dari ujian akhir mereka.

Meskipun tidak ada bukti bahwa masker berkontribusi pada kasus kematian dua siswa tersebut. Tetapi, cerita tersebut menimbulkan pertanyaan seberapa besar risiko berolahraga sambil mengenakan masker.

Profesor dari Universitas Kedokteran Shaanxi, Cao Lanxiu, mengatakan bahwa masker itu tidak mungkin menyebabkan siswa tersebut kolaps dan lemas hingga meninggal.

"Saya tidak berpikir memakai masker telah menyebabkan kematian mendadak ini. Jika siswa ini kesulitan bernapas, dia akan menyadari hal itu dan tidak akan terus berlari dengan masker sampai jantungnya berhenti berdetak,” terang Lanxiu.

Profesor di Fakultas Kinesiologi, Olahraga, dan Rekreasi di Universitas Alberta, Loren Chiu mengatakan bahwa respirator N95 sekali pakai tidak dirancang untuk gerakan kepala atau leher yang besar.

“Dengan meningkatnya keringat, mungkin ada kecenderungan untuk menyentuh wajah seseorang. Saya berpikir bahwa mengenakan masker saat berolahraga di luar ruangan adalah titik yang diperdebatkan. Potensi manfaat diimbangi oleh kelemahannya,” tegas Chiu.

Chiu mengingatkan bahwa olahraga tidak boleh dilakukan di ruang tertutup. Kecuali jika seseorang berolahraga sendirian atau bersama dengan keluarga.

Manajer Komunikasi dan Pemasaran Asosiasi Paru-Paru, Marketa Stastna, mengatakan bahwa organisasi mengikuti instruksi yang diberikan oleh Health Canada dan Badan Kesehatan Masyarakat Kanada dalam hal penggunaan masker.

"Rekomendasi tentang penggunaan masker wajah terus berkembang. Namun, selama masker itu pas dan Anda mengikuti kebersihan yang benar, tidak ada salahnya mengenakannya,” ungkap Stastna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini