Awas, Ini Bahaya Daging Rendang yang Dipanaskan Berulang Kali

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 26 Mei 2020 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 481 2219603 awas-ini-bahaya-daging-rendang-yang-dipanaskan-berulang-kali-XezKRtcYzy.jpg Makanan jangan dipanaskan berulang kali (Foto : Noshonit)

Lebaran baru saja berlalu. Makanan Lebaran pun mungkin masih tersisa di meja makan dan tak sedikit dari Anda yang menghangatkannya kembali.

Tahukah Anda, kebiasaan tersebut ternyata menyimpan risiko berbahaya untuk kesehatan. Seperti dijelaskan Pakar Kesehatan dr Ari Fahrial Syam, SpPD, mengonsumsi makanan Lebaran yang dihangatkan berulang kali itu berbahaya untuk kesehatan,

"Ada bahaya yang terkandung di dalam makanan Lebaran yang dipanaskan lagi. Seperti gulai atau rendang, kalau dipanaskan lagi, makanan tersebut akan semakin pekat dan nilai garamnya semakin tinggi," terangnya saat Live Instagram, Senin malam (25/5/2020).

Dengan kandungan garam yang semakin tinggi, ini akan membahayakan mereka yang punya riwayat oenyakit darah tinggi. Risiko kekambuhannya akan semakin meningkat dan memicu masalah serius pasca Lebaran.

Rendang

(Foto: Noshonit)

Selain nilai garamnya semakin tinggi, makanan Lebaran yang dihangatkan juga mengandung kolesterol yang semakin tinggi. Ini pun menjadi berbahaya untuk Anda yang memiliki riwayat masalah hipertensi, jantung, dan stroke.

"Ini harus jadi perhatian, kalau enggak diperhatikan, apa yang sudah dikelola selama puasa Ramadhan, hasilnya tidak maksimal dan malah menjadi sumber masalah kesehatan baru," terang dr Ari.

Ya, selama Ramadhan, mereka yang berpuasa terbukti mengalami kondisi tubuh yang jauh lebih baik. Hal ini bisa terjadi karena tubuh dikelola dengan baik, mulai dari jam makan, asupan yang dikonsumsi, sampai dengan pembatasan hal pendukung lainnya yang membuat tubuh bermasalah.

"Menurut penelitian, pasien kencing manis, memiliki gula darah terkontrol, sekalipun dengan asupan obat tambahan. Selain itu, tekanan darah terkontrol dengan baik dan itu semua karena keteraturan, asupannya dikendalikan dengan sangat disiplin," tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini