6 Tips Pengolahan Jamu Sendiri di Rumah

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 26 Mei 2020 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 481 2219753 6-tips-pengolahan-jamu-sendiri-di-rumah-T7GXGYcwLH.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Selain mengonsumsi makanan bergizi dan banyak vitamin lainnya, seperti vitamin C, D dan E, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh ialah mengonsumsi jamu-jamuan terbuat dari tumbuhan obat atau rempah-rempah.

Mengonsumsi jamul-jamuan memang tak asing dilakukan oleh masyarakat Indonesia, sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan. Apalagi saat pandemi corona seperti saat ini, saat kekebalan atau imunitas tubuh wajib dijaga agar tidak terinfeksi COVID-19.

Jika Anda memilih untuk mengolah sendiri jamu di rumah untuk dikonsumsi, ada sederet protokol kesehatan yang harus diperhatikan loh! Agar tak salah cara pengolahan, berikut paparan tips pengolahan jamu di rumah tangga, yang termasuk dalam panduan “Cegah COVID-19 Sehat untuk Semua” yang diterbitkan BPOM Indonesia, seperti yang Okezone terima Selasa (26/5/2020).

Jamu

1. Penyimpanan bahan : Cuci bahan segar jamu menggunakan air mengalir dan keringkan lalu lalu simpan dalam tempat bersih dan kering.

2. Selama pengolahan : Pastikan kebersihan alat dan bahan-bahan yang dipakai, pastikan tempat dan peralatan yang digunakan dalam keadaan bersih, dan gunakanlah peralatan yang terbuat dari stainless steel.

3. Kebersihan pembuat jamu : Gunakan pakaian bersih, cuci tangan dulu memakai sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum mengolah jamu. Orang yang membuat jamu juga wajib pakai masker dan sarung tangan.

4. Saat membuat : Gunakan air bersih dan rebus air sampai mendidih.

5. Setelah pengolahan : Setelah selesai mengolah jamu, hasil olahan jamu harus disimpan pada wadah yang sesuai (food grade), tidak boleh menggunakan botol bekas air mineral. Kemudian wadah berisi jamu disimpan dalam suhu sejuk dan tidak boleh disimpan terlalu lama.

6. Dikonsumsi : Sebelum dikonsumsi, pastikan tidak ada perubahan warna, bau dan rasa pada jamu yang telah disimpan.

Jamu

Sebagai catatan, ketika memanfaatkan tumbuhan obat lalu mengolahnya menjadi jamu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama perhatikan dulu reaksi alergi, mengingat setiap orang berbeda-beda.

Lalu perhatikan juga kelompok orang yang berisiko seperti bayi, anak-anak, wanita hamil, orang lanjut usia, serta kondisi penyakit tertentu, apalagi jika butuh konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Terakhir, hati-hati penggunaan dalam jangka panjang. Pastikan dalam mengonsumsi jamu, takaran dan kombinasinya tidak berlebihan. Jangan lupa, konsultasi dengan dokter dulu untuk penggunaan bersamaan dengan obat ya!

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini