Dokter Tirta: Tenaga Kesehatan Tak Pernah Membodohi Masyarakat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2020 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 481 2220367 dokter-tirta-tenaga-kesehatan-tak-pernah-membodohi-masyarakat-WtcUrivw9z.jpg Dokter Tirta. (Foto: Instagram/@dr.tirta)

PANDEMI virus corona (Covid-19) tidak hanya memengaruhi beban kesehatan di Indonesia. Namun menimbulkan banyak perbedaan pendapat di kalangan masyarakat.

Tentunya perbedaan pendapat yang tidak berujung satu sama lain, akan membuat krisis Covid-19 di Indonesia semakin bertambah parah. Melihat hal ini, Relawan Medis, dr Tirta Mandira Hudhi menganggap bahwa perbedaan opini dan adu argumentasi adalah hal yang wajar untuk dilakukan.

tirta

Oleh sebab itu, ia mengimbau para masyarakat khususnya para golongan muda untuk sama-sama bangkit untuk melawan pandemi virus corona. Mengingat selama empat bulan masyarakat sudah berjuang melawan virus corona dengan berdiam diri di rumah saja.

“Kita tahu empat bulan sudah Indonesia itu berdarah-darah melawan Covid-19. Solusinya paling tidak ketika Presiden Jokowi memberikan instruksi seluruh jajaran sampai rakyat harus mensukseskan hal itu," terang dr Tirta dalam siaran langsung di Graha BNPB, Rabu (27/5/2020).

Dokter Tirta mengatakan, terkait New Normal dilaksanakan atau tidak, yang penting protokol kesehatan harus dijalankan dulu. Dokter Tirta juga mengimbau masyarakat untuk semakin sadar untuk menerapkan protokol kesehatan, yang wajib dilakukan selama pandemi Covid-19.

Ia pun menggambarkan perjuangan para tenaga kesehatan (Nakes), yang berjuang tanpa pamrih untuk merawat para pasien untuk memperoleh kesembuhan.

“Kalau enggak penting-penting banget janganlah nongkrong-nongkrong gabut main mercon. Nakes-nakes ini empat bulan gak bisa pulang, gak bisa bertemu keluarga. Teman-teman saya mewakili dokter mereka rela klarifikasi. Nakes tidak pernah membodoh-bodohkan masyarakat. nakes tidak pernah merasa menyerah. Nakes selalu merasa kita harus sumpah kita menolong pasien,” lanjutnya.

Dokter Tirta tidak memungkiri bahwa para tenaga kesehatan memang bekerja untuk mendapatkan materi. Meski demikian, dokter akan selalu menjalankan sumpahnya dengan selalu mengutamakan kesembuhan dan keselamatan para pasien ketimbang memikirkan materi yang diperolehnya.

“Nakes itu pikiran uang belakangan. Kita memang mengharap tapi kita yang penting nolong dulu, ini bisa sukses kalau teman-teman masyarakat menjalankan protokol,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini