Belum Disetujui Jadi Obat, Ini Dampak Negatif Konsumsi Chloroquine bagi Pasien Corona

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 28 Mei 2020 15:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 481 2220975 belum-disetujui-jadi-obat-ini-dampak-negatif-konsumsi-chloroquine-bagi-pasien-corona-vDalcmGfdD.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

STUDI berskala besar menunjukkan bahwa chloroquine dan hydroxychloroquine tidak efektif untuk membantu mengobati virus corona Covid-19. Sebaliknya, penggunaan obat ini juga menimbulkan bahaya bagi pasien corona.

Pernyataan ini diterbitkan dalam makalah, yang menganalisis data dari ribuan pasien yang menggunakan obat tersebut. Terbukti para pasien yang menggunakan chloroquine, menunjukkan hasil yang tidak lebih baik, daripada orang-orang yang tidak melakukannya. Bahkan beberapa pasien cenderung meninggal atau mengalami detak jantung yang tidak teratur.

clorokuin

Sebagaimana dilansir The Everge, Kamis (28/5/2020), analisis ini mencakup registrasi sekira 15 ribu pasien dari berbagai benua. Semuanya diberi hydroxychloroquine, chloroquine, atau salah satu obat yang dipasangkan dengan kelas antibiotik yang disebut makrolida. Studi ini membandingkan kelompok dengan sekira 81 ribu pasien yang tidak diberi obat.

Hasil dari penelitian tersebut tidak menggembirakan. Orang yang diobati dengan salah satu obat memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi serta peningkatan risiko pengembangan aritmia ventrikel. Hydroxychloroquine dan chloroquine dikaitkan dengan hasil yang lebih buruk, bahkan setelah mengendalikan faktor risiko lain seperti usia, kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Para peneliti sepenuhnya mengecualikan pasien yang dirawat lebih dari 48 jam setelah didiagnosis serta beberapa orang yang menggunakan remdesivir sebagai pengobatan eksperimental yang berbeda. Ini tidak meyakinkan bahwa obat-obatan tersebut berbahaya.

Para penulis dan peneliti dari Harvard Medical School, University Hospital of Zurich, University of Utah dan Surgisphere Corporation memperingatkan mungkin ada variabel lain yang tidak diperhitungkan. Tetapi tidak ada bukti bahwa obat-obat itu dapat membantu.

Para peneliti menekankan kebutuhan mendesak untuk uji klinik terkontrol, bukan hanya penelitian yang secara pasif mengamati pasien untuk memberikan informasi lebih lanjut. Chloroquine dan hydroxychloroquine awalnya tampak seperti pengobatan yang menjanjikan untuk Covid-19.

Bukti terdiri dari studi pendahuluan yang melibatkan beberapa lusin pasien. Penelitian selanjutnya telah meragukan hasil tersebut.

Artikel Jurnal Kedokteran New England, membandingkan sekira 800 pasien yang menggunakan hydroxychloroquine, dengan sekira 560 yang tidak pada awal bulan ini. Mereka menemukan tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan obat dan tingkat kelangsungan hidup pasiennya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini