Berada di Luar Vs Dalam Ruangan saat Pandemi, Lebih Berbahaya Mana?

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 28 Mei 2020 16:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 481 2221037 berada-di-luar-vs-dalam-ruangan-saat-pandemi-lebih-berbahaya-mana-bWxn0Nmdrl.jpg Ilustrasi. (Freepik)

Selama pandemi Covid-19, masyarakat diimbau pemerintah untuk tetap berada di rumah agar terhindari dari corona. Pertanyaannya, apakah hanya dengan berdiam diri di rumah saja, membuat seseorang terhindar dari corona ya?

Well, tahukah Anda tetap berada di dalam ruangan pun nyatanya tetap berisiko tertular penyakit. Ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya, salah satunya perhatikan ventilasi udara di rumah.

Bahkan, Okezone juga akan membahas keuntungan dan kekurangan jika Anda berada di rumah saja jika dibandingkan di luar rumah saat pandemi Covid-19. Penasaran kan? Dilansir Okezone dari Huffpost, berikut ulasannya.

Lebih gampang menyebar di dalam ruangan

ruangan

Virus dikatakan justru lebih gampang menyebar, lebih mudah ditularkan ketika Anda berada di dalam ruangan tertutup yang ventilasi atau ruang untuk aliran udaranya sedikit. Apalagi jika ruangannya kecil, seperti lift contohnya. Dijelaskan William Schaffner, profesor penyakit menular di Vanderbilt University, dalam ruang tertutup yang begitu rapat tanpa pergerakan udara yang kuat untuk waktu singkat, ia sendiri mengkhawatirkan kemungkinan orang bisa terpapar.

Risiko rendah jika di outdoor

Secara umum, risiko terkena virus dikatakan lebih rendah ketika kita berada di luar ruangan. Ini karena lebih banyak ruang untuk memisahkan diri dengan orang lain. Tak hanya itu, di luar ruangan juga lebioh banyak aliran udara alami terjadi.

Tetap harus kena sinar matahari

matahari

Hanya berdiam diri di rumah, kebanyakan orang mengurung diri berada di kamar tidur atau ruangan kerja selama seharian penuh. Ingat, meski karantina mandiri di rumah, Anda disebutkan harus tetap keluar rumah setidaknya untuk mendapatkan sinar matahari. Menurut laporan dari Huffingtonpost Inggris, dalam studi di The Journal of Infectious Diseases menunjukkan 90 persen partikel virus corona itu jadi non-aktif dalam 10 menit ketika terkena sinar UV dari sinar matahari. Tapi di sisi lain, diingatkan kita tidak tidak boleh berasumsi bahwa hanya dengan matahari akan mendisinfeksi segala sesuatu dan membuat diri kita aman ya.

Tetap harus keluar rumah

Para ahli kesehatan merekomendasikan orang-orang untuk tetap harus keluar rumah, atau berada di luar ruangan, selagi bisa untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Mengingat masa pandemi yang sulit ini memang menguras pikiran, fisik dan kesehatan mental. Berada di luar ruangan, keluar rumah dengan prinsip menghindari kerumunan orang, tetap menjaga jarak dengan orang lain, menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang misalnya berolahraga bersama, mengunjungi taman yang ramai orang, dan sebagainya. Jogging, lari, sepedaan bisa dilakukan sendirian kan.

AC dan ventilasi

ac

Banyak orang panik ketika sebuah studi tentang restoran ber-AC di Guangzhou, China, menghasilkan bahwa virus corona menyebar ke keluarga terpisah yang makan di restoran tersebut. Setiap kelompok duduk di dekat AC, dan arah aliran udara mengarah sesuai dengan sekitar 10 orang yang menjadi sakit. Situasi ini bisa juga terjadi di banyak tempat tertutup yang terbatas lainnya, termasuk di rumah kita.

Sirkulasi virus di dalam ruangan biasanya terjadi jika kita berada dalam jangkauan droplets yang dikeluarkan seseorang ke udara ketika bersin, batuk, atau bahkan hanya berbicara. Droplets ini sering kali berat, artinya bisa melayang bebas di udara hingga beberapa meter sebelum jatuh ke tanah.

Catatan dari Mount Sinai Health System notes, jika ada seseorang di rumah yang terinfeksi virus itu batuk, bersin dan tidak berhati-hati, maka partikel virus kecil pada droplet bisa beredar di udara. Apapun yang menggerakkan arus udara di sekitar ruangan, contohnya sistem pendingin udara, unit AC yang dipasang di jendela, heater, atau bahkan kipas bisa menyebarkan droplet tersebut.

Pentingnya pengaturan sirkulasi udara yang baik

Tapi risiko penyebaran virus di udara bisa dikurangi dengan mengikuti panduan yang ada. Maka dari itu mengatur sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan sangatlah penting sebagai salah satu upaya pencegahan penularan virus corona.

Disarankan para ahli kesehatan, biasakan membuka jendela ruangan sehingga bisa membantu membersihkan partikel virus dan menjaga agar udara lebih bebas mengalir. Membuka tirai di jendela juga dapat mengurangi transmisi, sedangkan untuk AC pastikan sistem penyaringan (filtrasi) dalam kondisi prima dan diganti teratur secara berkala mengikuti instruksi yang ada. Beberapa filter dirancang untuk bisa menghilangkan partikel seperti droplets pernafasan. Ingat, baiknya kualitas udara juga sangat berpengaruh pada kesehatan.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini