Mandi dengan Gayung Vs Shower, Lebih Baik yang Mana?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 28 Mei 2020 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 481 2221088 mandi-dengan-gayung-vs-shower-lebih-baik-yang-mana-luguGM0iHJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERDEBATAN mengenai mandi pakai gayung dan shower telah menjadi topik hangat di seluruh negeri. Banyak masyarakat yang tidak bisa memahami konsep dari kedua aktivitas ini.

Pada dasarnya mandi pakai gayung dan bershower memiliki manfaat kesehatan yang cukup baik. Namun, kebiasaan apa yang paling baik dilakukan dalam jangka panjang?

Dokter Umum sekaligus Direktur Medis di Manual.co, dr Earim Chaudry memberikan pendapatnya mengenai mandi dan bershower. Menurutnya, mandi sangat bagus untuk orang-orang dengan kondisi kulit seperti eksim.

mandi

"Mitos bagi orang yang mengatakan kalau hal ini tidak begitu bermanfaat seperti bershower,” terang Earim, sebagaimana dilansir Irishtimes, Kamis (28/5/2020).

Sementara bershower sebenarnya lebih baik untuk kulit seseorang. Faktanya bershower memaparkan lebih sedikit air ke tubuh ketimbang mandi. Baik mandi dan bershower dalam waktu yang panjang dapat menghilangkan minyak alami pada tubuh.

Terlalu sering mandi dapat menyebabkan permukaan kulit menjadi rusak dan berakhir pada iritasi dan peradangan.

“Aktivitas ini juga dapat mengeringkan kulit manusia, serta menghilangkan bakteri menguntungkan dan meningkatkan risiko infeksi. Kulit bisa membersihkan diri secara efisien sehingga seseorang tidak perlu menggosok diri sepanjang waktu agar tetap higienis,” lanjutnya.

Cara ideal untuk menjaga diri agar tetap bersih dengan bershower sebentar, dengan air hangat-hangat kuku, dan hanya menggunakan sabun di sekitar pangkal paha, kaki, dan ketiak. Intinya pada bagian tubuh yang mengeluarkan bau karena keringat atau berolahraga.

“Sabun dirancang untuk menghilangkan minyak dari kulit, jadi menggunakan sabun itu di seluruh tubuh Anda membersihkan kulit dari beberapa minyak alami yang bermanfaat,” sambungnya.

mandi

Satu manfaat dari mandi adalah jika seseorang mengalami hari yang sangat menegangkan dan ingin mengendurkan otot-otot maka pilihan ini sangat direkomendasikan. Mandi air panas sebelum tidur dapat meningkatkan suhu tubuh seseorang di malam hari.

Kondisi ini dapat membantu menyinkronkan ritme sirkadian alami manusia yang mengarah ke tidur yang lebih baik dan lebih nyenyak.

“Penurunan hormon stres (seperti kortisol) bisa diatasi dengan mandi air hangat juga. Karena penelitian telah menemukan bahwa mereka dapat membantu keseimbangan neurotransmitter serotonin,” imbuhnya.

Jadi, seberapa sering seseorang harus bershower? Banyak dokter kulit akan merekomendasikan bershower setiap hari, atau dua hingga tiga kali dalam seminggu. Dalam kondisi cuaca yang lebih panas, seseorang mungkin tidak merasa nyaman dengan jumlah tersebut. Jadi mandi setiap hari tentu bukan menjadi akhir dari segalanya.

“Jika Anda ingin mencoba bershower setiap hari, cobalah menggunakan spons untuk membersihkan tubuh, wajah, ketiak, dan selangkangan. Anda bisa membersihkan diri dengan handuk pada hari-hari saat tidak bershower,” tutupnya.

Untuk kesehatan kulit yang optimal, jangan bershower menggunakan air panas, dan batasi waktu bershower mulai dari lima hingga 10 menit. Ini tidak hanya baik untuk Anda, tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini