Punya Risiko Rendah, Terapi Plasma Konvalesen Jadi Solusi Pasien Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 28 Mei 2020 20:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 481 2221188 punya-risiko-rendah-terapi-plasma-konvalesen-jadi-solusi-pasien-covid-19-B4b2W4NkdV.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PARA ahli medis hingga saat ini masih berupaya menciptakan vaksin untuk menyembuhkan pasien corona atau Covid-19. Namun, beberapa waktu lalu, muncul satu cara untuk menangani pasien positif Covid-19, yakni dengan terapi plasma konvalesen.

Tetapi ini rupanya telah diterapkan di Indonesia, tepatnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Lantas, seperti treatment terapi plasma konvalesen tersebut?

nana

Dalam acara Prime Show With Ira Koesno membahas tuntas terkait terapi plasma konvalesen dengan sejumlah narasumber. Acara tersebut tayang di iNews TV pada Kamis (28/5/2020).

“Terapi plasma konvalesen itu memberikan plasma yang diambil dari pasien yang pernah mengalami Covid-19 denhan gejala ringan, sedang, bahkan OTG atau orang tanpa gejala, dan mereka sudah dinyatakan negatif,” kata Direktur Pengembangan dan Riset RSPAD Gatot Soebroto Kolonel CKM dr Nana Sunardi, SpOG.

Lebih lanjut, Nana menjelaskan, plasma dari penyintas Covid-19 ini dianggap memiliki antibodi yang tinggi sehingga dapat diberikan pada pasien positif yang mempunyai gejala berat dan sangat berat.

Hal senada juga disampaikan Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Brigadir Jenderal TNI dr A Budi Sulistya Sp THT-KL, MARS kepada pembawa acara, Ira Koesno.

“Pendonor adalah penyintas Covid-19 yang telah dinyatakan negatif, melalui tes pemeriksaan PCR dua kali, negatif, lalu selama 14 hari tidak ada demam, dan setelah diperiksa lagi hasilnya negatif (Covid-19),” ungkapnya.

kolonekl

Namun bagi mereka yang ingin mendonorkan plasmanya, diutamakan berjenis kelamin laki-laki atau wanita yang tidak pernah hamil. Pendonor juga harus menjalani berbagai tes sebelum bisa mendonorkan plasma darahnya pada penderita Covid-19.

“Secara umum, ada harapan. (Kalau secara persentase), tentu nanti kita hitung berdasarkan kaidah ilmiah, karena ini jenis penelitiannya masih clinical trial (uji klinis), sehingga hati-hati untuk mengklaim,” ujarnya.

Sementara itu, mengutip laman Mayo Clinic, terapi plasma konvalesen adalah pengobatan eksperimental yang digunakan beberapa dokter di sejumlah negara untuk orang dengan Covid-19 dengan gejala berat dan sangat berat atau parah.

Terapi ini dapat membantu orang lain yang memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit serius, seperti orang dengan kondisi medis kronis, misalnya, penyakit jantung atau diabetes, atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Risiko tertular infeksi Covid-19 dari menerima terapi plasma konvalesen belum diuji. Tetapi para peneliti percaya bahwa risikonya sangat rendah karena donor plasma telah sepenuhnya pulih dari infeksi.

Namun ada risiko lain yang perlu diwaspadai. Di antaranya reaksi alergi, kerusakan paru-paru, dan penularan penyakit infeksi lainnya seperti HIV dan hepatitis B dan C. Oleh sebab itu perlu adanya pemeriksaan ketat pada pendonor dan penerima donor.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini