New Normal, Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Wajib Rapid Test

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 30 Mei 2020 11:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 30 481 2221966 new-normal-pasien-rawat-inap-di-rumah-sakit-wajib-rapid-test-6yuH1QpRct.jpg Ilustrasi rumah sakit. (Foto: Istimewa)

TATANAN hidup baru atau new normal melahirkan perubahan perilaku terhadap masyarakat. Jika saat itu tiba maka jangan heran banyak orang yang akan menjalankan protokol kesehatan dengan sangat disiplin.

Perilaku yang akan berubah antara lain bepergian dengan menggunakan masker, rutin mencuci tangan di tempat umum, menjauhi kerumunan, dan jaga jarak aman antarorang. Cara ini yang akan membuat masyarakat terhindar dari risiko paparan virus corona (covid-19).

Banyak aspek kehidupan yang akan terkena dampak new normal, salah satunya rumah sakit. Saat ini bahkan telah terjadi perubahan protokol bagi pasien yang akan menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit.

Seperti yang diterangkan Head of Marketing and Corporate Communication Primaya Hospital Group Hanie Dewita. Saat ini ada perubahan prosedur sebelum pasien menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit. Mereka akan diminta menjalani tes hematologi lengkap, rapid test covid-19, dan CT scan thorax.

"Untuk saat ini pemeriksaan hematologi lengkap, rapid test covid-19, dan CT scan thorax akan dilakukan bagi pasien rawat inap. Kalau pasien rawat jalan tidak," terangnya saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (30/5/2020).

Prosedur tersebut bahkan Hanie rasakan sendiri saat mengantar ayahnya untuk memeriksakan kondisi GERD-nya. Jadi saat ayahnya melakukan pengecekan di IGD, dan diarahkan untuk rawat inap, pihak Primaya Hospital Bekasi Barat mewajibkan menjalani tes hermatologi lengkap, rapid test, dan CT scan.

Dari hasil CT scan thorax tersebut, diagnosis yang keluar ialah bagian paru-paru ayahnya kurang baik atau menunjukkan indikasi pneumonia sehingga status ayahnya adalah PDP saat itu dan harus dirawat inap di ruang isolasi.

"Saat dirawat inap, ayah saya dilakukan cek swab covid-19 dan ternyata hasilnya negatif, karena itu ayah saya dipindahkan ke ruang rawat inap reguler noncovid-19 khusus ruang pindahan pasien isolasi," tambahnya.

Prosedur tambahan ini, menurut dia, bertujuan memastikan status kesehatan pasien. Kemungkinan adanya risiko covid-19 bisa terjadi kepada siapa pun dan bentuk pencegahan dan penegakan diagnosis dengan rapid test covid-19.

"Dengan begitu, pihak rumah sakit bisa memberikan perawatan yang lebih maksimal kepada pasien saat menjalani rawat inap di rumah sakit dan tentunya agar tidak ada pasien yang membawa risiko kepada pihak lain yang berada di rumah sakit," pungkas Hanie.

Ilustrasi rumah sakit. (Foto: Shutterstock)

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini