Dwi Sasono Ketergantungan Ganja, Ini 9 Efek Buruknya bagi Organ Tubuh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 02 Juni 2020 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 481 2223103 dwi-sasono-ketergantungan-ganja-ini-9-efek-buruknya-bagi-organ-tubuh-tUJZybGQII.jpg Ilustrasi. (Freepik)

PENANGKAPAN Artis Dwi Sasono karena keterlibatannya dalam penyalahgunaan ganja, menjadi pembelajaran untuk kita semua. Pengguna ganja bukan hanya akan dibui, tetapi akan merasakan efek buruk bagi kesehatan seumur hidup.

Ya, dampak ganja, apalagi sampai ketergantungan, sangat merusak kesehatan. Bukan hanya satu organ tubuh, tetapi di hampir seluruh badan.

Menurut laporan Health Line, tidak ada organ tubuh yang terselamatkan dari bahaya ketergantungan ganja. Mulai dari kepala hingga kaki, semuanya bisa terdampak.

Lantas, apa saja dampak buruk ketergantungan ganja seperti dialami Dwi Sasono? Dilansir Okezone dari Healthline, ini dia 9 ulasannya.

Merusak otak

otak

Masalah yang paling umum dialami pengguna ganja adalah kehilangan kemampuan otak menyimpan memori atau ingatan. Selain itu, ganja juga mempermudah pemakainya mengalami depresi akut.

Tidak berhenti di sana, ganja juga meningkatkan risiko sikap ketakutan pada pemakainya. Ganja juga meningkatkan pelepasan dopamin dalam otak dan efek ini yang diharapkan pemakainya karena bisa merasa 'high'.

Merusak mata

Ganja terbukti menjadi salah satu pemicu tinggi risiko penyakit glaukoma mata. Selain itu, ganja juga menyebabkan mata penggunanya merah dan ini berbahaya jika kondisinya terus terjadi.

Merusak mulut

Merokok pakai lintingan ganja terbukti membuat area mulut dan tenggorokan sakit. Bahkan, pada beberapa orang kondisinya sampai membuat sensasi terbakar yang sakit.

Merusak paru-paru

paru

Merokok ganja dipastikan akan mengalami masalah pada paru-paru, salah satunya adalah bronkitis. Jika ini dibiarkan, maka produksi oksigen di dalam tubuh akan sangat buruk dan berbahay bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Efek buruk ganja pada paru-paru lainnya ialah Anda akan sering mengalami batuk berdahak. Iritasi paru-paru pun jadi dampak buruk dari ganja yang dikonsumsi secara rutin. Bahkan, risiko kanker paru-paru pun meningkat pada pengguna ganja.

Merusak jantung

Mengonsumsi ganja bisa mempercepat detak jantung. Buruknya, lompatan percepatan detak jantung ini sesegera mungkin ketika ganja masuk ke dalam tubuh. Ini akan sangat berbahaya bagi seseorang yang punya risiko masalah jantung.

Merusak lambung

Jangan Anda pikir ganja hanya berdampak pada area pernapasan. Sebab, ganja juga mempengaruhi lambung, salah satu dampak buruknya ialah membuat Anda mudah lapar. Ganja terbukti meningkatkan nafsu makan dan ini tentu berbahaya bagi mereka yang overweight. Jangka panjangnya, akan meningkatkan kadar diabetes dalam tubuh.

Merusak sistem imunitas

Ganja terbukti juga merusak sistem imun tubuh. Semakin banyak paparan ganja dalam tubuh, maka semakin tinggi risiko penurunan kinerja sistem imun.

Tidak hanya itu, ganja juga memengaruhi perlambatan reaksi tubuh. Makanya, ada anggapan kalau pengguna ganja itu lemot, karena respons tubuh menerima rangsangan memang lambat.

Merusak saraf

saraf

Penggunaan ganja secara berkepanjangan akan memengaruhi saraf. Jika Anda berhenti, maka efek ini akan benar-benar bisa Anda rasakan. Salah satunya adalah ketidaknyamanan pada sistem saraf.

Meningkatkan risiko terbentuknya tumor dalam darah

Ganja terbukti meningkatkan risiko terbentuknya tumor dalam sistem aliran darah. Ini akan berbahaya jika tumor tersebut sudah menyebar ke seluruh bagian tubuh.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini