Feby Febiola Operasi Kista Ovarium, Ini 5 Faktor Risiko Penyebabnya

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 02 Juni 2020 22:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 02 481 2223559 feby-febiola-operasi-kista-ovarium-ini-5-faktor-risiko-penyebabnya-AiXiuXLcdK.jpg Feby Febiola (Foto : @febyfebiola_/Instagram)

Baru-baru ini artis Feby Febiola memberikan kabar yang mengejutkan mengenai kesehatannya. Feby Febiola mengabarkan bila dirinya mengidap kista ovarium.

Namun, Feby telah menjalani operasi kista ovarium dan kondisinya telah membaik meski harus bed rest. Hal itu diungkapkannya melalui unggahan di akun Instagram @febyfebiola_.

Feby Febiola

Dikutip dari Medicalnewstoday, setiap wanita berisiko untuk memiliki kista ovarium selama hidupnya. Kista ovarium adalah kantung yang berisi cairan yang diakibatkan dari penumpukan cairan selama ovulasi atau saat indung telur wanita melepaskan sel telur.

(Baca Juga : Feby Febiola Operasi Kista Ovarium, Kenali Gejala Penyakitnya)

Ada sejumlah hal yang dapat meningkatkan faktor risiko seorang wanita mengidap kista ovarium. Berikut lima faktor risiko kista ovarium yang dikutip dari Medicalnewstoday :

1. Endometriosis

Endometriosis terjadi saat bagian dari jaringan yang melapisi rahim (endometrium) terbentuk di bagian luar rahim, seperti pada tuba falopi, ovarium, kandung kemih, usus besar, vagina, atau rektum. Terkadang, kantung berisi darah (kista) terbentuk pada jaringan ini. Kista yang terbentuk karena endometriosis ini disebut dengan endometrioma. Kista ini dapat menyebabkan Anda merasa sakit saat berhubungan seksual dan selama periode menstruasi.

2. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Wanita dengan sindrom ovarium polikistik mempunyai risiko kista ovarium yang lebih tinggi. Sindrom ovarium polikistik terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup hormon bagi folikel dalam ovarium untuk melepaskan sel telur.

Akibatnya, terbentuklah kista folikel. Sindrom ovarium polikistik juga dapat mengganggu produksi hormon pada wanita, sehingga banyak masalah yang dapat terjadi karena hal ini.

3. Kemoterapi dengan tamoxifen

Wanita penderita kanker payudara yang pernah menjalankan kemoterapi dengan tamoxifen memiliki risiko kista ovarium yang lebih tinggi. Tamoxifen dapat menyebabkan terbentuknya kista ovarium fungsional. Namun, kista ini dapat hilang setelah pengobatan selesai.

4. Obat penyubur kandungan

Obat

Obat penyubur kandungan biasanya dipakai untuk membantu ovulasi (melepaskan sel telur). Seperti gonadotropin, clomiphene citrate, atau letrozole. Hal ini tentu dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh Anda. Karenanya, penggunaan obat penyubur kandungan juga dapat meningkatkan risiko kista ovarium, seringnya dalam jenis kista fungsional.

Penggunaan obat ini dapat menyebabkan terbentuknya kista dalam jumlah banyak dan dalam ukuran besar pada ovarium. Kondisi ini disebut dengan sindrom hiperstimulasi ovarium (ovarian hyperstimulation syndrome).

5. Riwayat kista ovarium

Wanita yang mempunyai riwayat kista ovarium di keluarganya atau sebelumnya pernah memiliki kista ovarium, mempunyai risiko yang lebih tinggi kista ovarium.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini