11 Aturan Ketat Protokol Kesehatan saat Resepsi Pernikahan saat New Normal Berlaku

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 196 2223695 11-aturan-ketat-protokol-kesehatan-saat-resepsi-pernikahan-saat-new-normal-berlaku-JNZEbeIrlZ.jpg Resepsi pernikahan di era new normal. (Foto: Yurry Apreto)

BELUM lama ini, Kementerian Agama RI mengeluarkan keputusan, akad nikah yang dilakukan di rumah ibadah saat new normal tidak boleh dihadari lebih dari 30 orang. Selain itu, aturan lainnya adalah memastikan semua yang hadir dalam keadaan sehat.

"Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19. Lalu membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang," demikian kata Menag dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu 30 Mei 2020.

Selain itu, akad nikah harus dilakukan dalam waktu seefisien mungkin. Ini dilakukan untuk meminimalisir durasi berkumpul dalam satu tempat yang sama. Sehingga risiko terpapar virus corona menipis.

Sejalan dengan aturan yang dibuat Kemenag, Direktur GM Production Yurry Apreto menerangkan kalau dirinya setuju dengan hal tersebut. Bahkan, dia sudah membuat dummy resepsi pernikahan di New Normal yang belum lama ini viral di media sosial.

Dalam dummy tersebut, semua yang diatur sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang diharapkan pemerintah dalam upaya meminimalisir penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

"Dummy yang kami buat sudah sesuai dengan aturan yang dibuat pemerintah dan Alhamdulillah semuanya sesuai standar protokol kesehatan," katanya saat dihubungi Okezone, Rabu (3/6/2020).

nikah

Nah, secara lengkap Yurry menjelaskan aturan apa saja yang harus dijalankan penyelenggara pernikahan di saat New Normal. Berikut ulasannya:

1. Venue pernikahan

"Kami merekomendasikan venue hanya seluas 300 meter persegi (15x20 meter) dengan asumsi maksimal 20 orang," katanya.

Kemudian, penyedia tempat juga memastikan seluruh area vanue didesinfektan sebelum dan sesudah loading barang. Lalu, diterapkan aturan cuci tangan dengan sabun, menyediakan hand sanitizer, dan dilakukan pengecekan suhu tubuh di area vanue.

2. Perias dan Wedding Organizer wajib pakai masker, sarung tangan, dan face shield

Ya, aturan ini diberlakukan demi menjaga keamanan bersama. Ini juga dilakukan agar memberi kesan aman dan nyaman bagi semua orang yang terlibat dalam resepsi pernikahan.

3. Penghulu pakai masker dan sarung tangan

Saat ijab qabul, penghulu diminta untuk menggunakan masker dan sarung tangan. Manten pria pun menggunakan sarung tangan saat bersaksi di depan penghulu dan saksi pernikahan.

4. Hantaran dilakukan secara virtual

Hal yang menarik dari resepsi pernikahan di saat New Normal adalah prosesi hantaran akan dilakukan secara virtual. Yurry menjelaskan, ini akan jadi prosesi yang luar biasa.

"Jadi, sebelum ijab qobul dilakukan, pihak penyedia hantaran sudah mengantarkan hantaran ke rumah keluarga pengantin. Ini juga memberi peluang rezeki buat driver yang kehilangan pekerjaannya. Jadi, saat ijab qobul dilakukan, semua pihak keluarga sudah pegang hantarannya dan kami tampilkan prosesinya di layar LED secara virtual," terang Yurry.

5. Physical distancing selama resepsi

nikah

Jaga jarak aman menjadi poin penting lainnya yang harus ditaati seluruh orang dalam acara resepsi. Tidak hanya itu, social distancing diterapkan juga dalam pengaturan area ijab qobul.

"Kami mengubah standar, meja yang dipakai itu harus yang berukuran 2 meter, sehingga sesuai dengan anjuran pemerintah," terang Yurry. Di atas meja itu juga disediakan hand sanitizer dan tisu basah.

6. Kirab pengantin tetap bisa dilakukan dengan syarat ketat

Bagi pengantin yang mau kirab, masih bisa dilakukan. Namun, syarat ketat physical distancing mesti diterapkan. Menggunakan masker harus jadi perhatian utama semua orang tentunya.

7. Sungkem tanpa cium pipi orangtua

Aturan lain yang mesti diperhatikan, sambung Yurry, adalah setelah ijab qobul selesai, pengantin biasanya akan sungkeman. "Nah, sungkem tidak masalah, asal nggak cium pipi (cipika-cipiki)," katanya.

8. Tamu hadir virtual

Ini hal lain yang membedakan resepsi pernikahan di New Normal. Jadi, tak ada tamu yang hadir dalam acara resepsi, semua dilakukan secara virtual dan Yurry menggunakan layar LED untuk menampilkan wajah para tamu pernikahannya.

"Ini yang membedakan, kami menyediakan layanan tamu virtual. Sebab, bagaimana pun pernikahan itu harus disyiarkan, karena ini kabar baik. Jadi, syiar secara Islam tetap dapat," tambah Yurry.

9. Baju pengantin dipastikan sangat bersih

"Kami mengharuskan penyedia baju pengantin untuk mencuci baju dengan sangat bersih. Baju sampai di pengantin harus masih dalam kondisi dalam plastik untuk memberi rasa aman," kata Yurry.

10. Jadwal loading barang terkontrol

Ini menjadi poin yang tak kalah penting. Dalam persiapan resepsi pernikahan, momen ribet itu terjadi saat loading barang. Sebab, banyak vendor yang berkumpul dalam satu area yang sama.

Hal ini diakali Yurry dengan mengatur jadwal setiap vendor. "Jadi, misalnya vendor dekorasi, kami tanya bisa selesai kapan, misal 5 jam, oke harus selesai. Kemudian lanjut ke vendor lainnya. Jadi, satu-satu, nggak langsung masuk semua dalam satu waktu," tegasnya.

11. Rapid test sebelum resepsi berlangsung

"Ini sangat bagus jika dilakukan. Sebab, dengan melakukan Rapid Test sebelum menjalankan resepsi pernikahan, pihak pengantin maupun pekerja yang mempersiapkan pernikahan punya rasa aman dan tenang," tambah Yurry.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini