Sama dengan Corona, Virus Ebola Juga Ditularkan lewat Air Liur

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 12:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 481 2223778 sama-dengan-corona-virus-ebola-juga-ditularkan-lewat-air-liur-2YMymlWi2C.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

BELUM selesai dunia melawan pandemi Covid-19, datang kembali satu virus lama, yakni virus ebola yang mengancam kesehatan masyarakat. Seperti apa sih proses penularannya?

Dilansir Okezone dari CDC, EVD atau Ebola Virus Desease adalah penyakit langka dan mematikan pada manusia dan primata jenis nonhuman, contohnya kera dan monyet. Virus yang menyebabkan penyakit ebola ini kebanyakan terjadi di kawasan sub-sahara Afrika.

ebola

Seseorang bisa tertular virus ebola ini, melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, contohnya seperti kelelawar atau nonhuman primata. Jangan salah, cara penularannya ternyata bukan hanya dari hewan ke manusia loh! Sebab seperti halnya virus corona, virus Ebola ini bisa ditularkan dari satu manusia ke manusia lain.

Cara penularan virus ebola dari manusia ke manusia lain, bisa terjadi dari orang sakit atau meninggal yang terinfeksi virus ebola. Para ilmuwan berpikir, seseorang pada awalnya terinfeksi virus ebola melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar atau primata bukan manusia.

Nah, dari ini setelah itu, virus menyebar dari orang ke orang lainnya sehingga berpotensi mempengaruhi sejumlah besar manusia. Seperti halnya virus corona yang menular lewat cairan tetesan atau droplets, virus ebola juga menular.

Virus Ebola juga menyebar melalui kontak langsung, seperti melalui kulit yang rusak atau selaput lendir di mata, hidung, atau mulut, dengan darah atau cairan tubuh lainnya. Misalnya saja air seni, air liur, keringat, tinja, muntah, air susu ibu, dan air mani dari seseorang yang sakit atau telah meninggal karena penyakit virus ebola (EVD) tersebut.

Tidak hanya dari cairan, virus ebola juga dapat ditularkan melalui benda-benda di sekitar Anda. Seperti pakaian, tempat tidur, jarum, dan peralatan medis yang terkontaminasi dengan cairan tubuh, dari orang yang sakit atau telah meninggal karena EVD.

Bahkan, disebutkan lebih lanjut semen (dari seks oral, vagina, atau anal) dari pria yang sudah sembuh dari penyakit virus ebola pun tetap bisa ada di dalam cairan tubuh tertentu. Termasuk air mani pasien yang telah sembuh.

Meskipun bahkan jika orang tersebut, tidak lagi mempunyai gejala penyakit parah. Namun dikatakan, sejauh ini tidak ada bukti bahwa virus ebola dapat menyebar melalui hubungan seks atau kontak lain, dengan cairan vagina dari seorang wanita yang pernah sakit karena virus ebola.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini