Mana yang Lebih Ganas, Ebola atau Covid-19?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 17:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 481 2223989 mana-yang-lebih-ganas-ebola-atau-covid-19-k5H9dp3ykW.jpg Ilustrasi. (Freepik)

VIRUS corona Covid-19 dianggap sebagai salah satu penyakit mematikan yang sedang melanda seluruh dunia. Namun, sebenarnya masih ada penyakit yang jauh lebih mematikan ketimbang Covid-19 yakni Ebola.

Berdasarkan Worldo Meters, saat ini tercatat ada sebanyak 6.452.391 kasus positif Covid-19 di seluruh dunia dengan jumlah kematian 382.479 kasus. Penelitian mengatakan 80 persen orang yang terinfeksi Covid-19 kasusnya ringan.

ebola

Sementara untuk kasus ebola, tercatat sudah ada 28.652 kasus dari seluruh dunia yang tersebar di 10 negara. Penyakit ini telah menimbulkan kematian global sebanyak 11.325 dengan tingkat kematian sekitar 50 persen.

Merangkum dari Healthline, Selasa (3/6/2020), penyakit ebola sangat mematikan bagi manusia. Penyakit ini setidaknya membunuh hingga 50 persen masyarakat yang terinfeksi. Cara penularan penyakit ini melalui cairan tubuh seperti keringat dan darah.

Orang pertama yang diidentifikasi terjangkit ebola tercatat pada Desember 2013 di Guinea. Sementara wabah pertama terjadi pada Maret 2014. Gejala umum penyakit ini adalah demam, nyeri dan nyeri, lemah, diare, dan muntah. Penularan paling parah akan terjadi menjelang akhir penyakit.

Lalu virus corona atau dengan nama pertama booming pneumonia misterius, dilaporkan pertama kali ada di Wuhan, China, dengan kasus pertama yang muncul pada akhir 2019. Ada seorang lelaki berusia 60 tahunan meninggal dunia, setelah berkunjung ke pasar hewan di Wuhan.

Untuk penyakit ebola ini pada umumnya menyerang anak-anak. Sayangnya belum ada perawatan khusus yang tersedia untuk menyembuhkan penyakit ini. Selama ini, petugas medis hanya memberikan perawatan suportif seperti cairan IV dan rehidrasi oral.

Karena gejalanya sangat parah, pejabat kesehatan dapat dengan cepat mengidentifikasi masyarakat yang telah melakukan kontak dengan orang-orang yang terinfeksi. Mereka nantinya akan diisolasi agar tidak semakin menyebarkan ke masyarakat lainnya.

"Anda tidak memiliki orang yang relatif sehat dengan virus ebola dan berjalan berkeliling menyebarkan virus dengan pergi menggunakan bus, berbelanja, dan bekerja. Seperti yang kita lakukan dengan ini," ucap Profesor Epidemiologi dan Kesehatan Ekosistem, dr Christine Kreuder Johnson.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini