Transisi New Normal, Objek Wisata Outdoor di Jakarta Dibuka Mulai 8 Juni

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 04:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 04 406 2224754 transisi-new-normal-objek-wisata-outdoor-di-jakarta-dibuka-mulai-8-juni-M4g3oyk4PU.jpg Wisata outdoor di Jakarta akan dibuka 8 Juni (Foto : Dok.Okezone)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan bahwa masa Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta resmi diperpanjang. Namun dalam masa transisi ini, sejumlah objek wisata dilaporkan akan kembali dibuka.

"Kami di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB diperpanjang dan menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi," tulis Anies Baswedan mengutip siaran langsung di kanal YouTube resmi Pemprov DKI.

Kebijakan ini dibenarkan oleh Kadisparekraf DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia. Dia menjelaskan, meski PSBB diperpanjang, namun mulai tanggal 8 Juni mendatang sejumlah objek wisata akan kembali beroperasi.

"Objek wisata yang dibuka itu yang outdoor ya. Museum juga beberapa sudah mulai dibuka. Tapi memang semuanya bertahap, karena kita juga kan masih dalam masa transisi," kata Cucu saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Kamis (4/6/2020).

Kendati demikian, Cucu menambahkan, ada beberapa kebijakan baru dan protokol kesehatan yang harus dijalankan. Ini termasuk pembatasan jumlah pengunjung, dan penerapan kaidah-kaidah new normal seperti penggunaan masker, dan jaga jarak sosial.

"Intinya protokol untuk mencegah penyebaran Covid-19 harus dijalankan seperti kewajiban memakai masker, restoran juga dibatasi hanya 50 % pengunjung dari total kapasitas tempat yang boleh dilayani. Tidak boleh rapat juga mejanya, diatur sejarak 2 meter. Kemudian untuk alat makan seperti sendok dan garpu juga harus dipastikan bersih," terang Cucu.

Monas

(Dokumentasi Okezone sebelum wabah Covid-19)

Bila seluruh protokol ini dijalankan dengan baik, dan tidak terjadi penularan kasus baru selama masa transisi tersebut, Cucu mengatakan kemungkinan besar jumlah pengunjung akan ditambah.

"Sejauh ini memang masih dibatasi. Tetapi kami dari dinas pariwisata, pelaku industri, dan dinas kesehatan akan terus memonitor dan memberi pelayanan terbaik. Akan dilihat perkembangannya, kalau lancar ya kebijakan tersebut akan dilonggarkan," tutup Cucu.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini