Gajah Hamil Tewas Makan Nanas Berisi Petasan, Dokter: Pilu Saat Lihat Janinnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 04 Juni 2020 20:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 04 612 2224688 gajah-hamil-tewas-makan-nanas-berisi-petasan-dokter-pilu-saat-lihat-janinnya-D0lNNdCaRn.jpg Gajah di Kerala sebelum mati (Foto : Gulf Today)

Seekor gajah yang sedang hamil di Kerala, India tewas mengenaskan setelah makan nanas yang diisi dengan petasan. Gajah tersebut mati dalam kondisi berdiri di Sungai Velliyar, Palakkad, Kerala, India.

Kejadian ini membuat warga setempat melampiaskan kemarahan dan kekhawatiran mereka di seluruh media sosial. Sebelumnya beredar kabar bahwa gajah malang tersebut mati akibat diberi makan nanas yang diisi petasan berdaya ledak tinggi oleh warga.

Ketika salah satu media lokal India menghubungi Petugas Dinas Kehutanan untuk mengonfirmasi hal tersebut, ternyata tidak benar. Petugas tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa ada warga yang memberi makan nanas berisi jebakan kepada gajah.

Dia menyatakan, nanas yang diisi dengan petasan umum digunakan sebagai perangkap menangkap babi hutan.

"Tidak ada warga yang memberi makan nanas kepada gajah. Hewan itu pasti menemukan nanas berisi petasan itu di suatu tempat. Lalu si gajah memakannya tanpa tahu di dalamnya berisi petasan dengan daya ledak tinggi," jelas petugas tersebut, sebagaimana dilansir Ibtimes, Kamis (4/6/2020).

Gajah

Petugas tersebut juga menyatakan, ada sekelompok warga yang biasa membuat perangkap atau jebakan khusus untuk menangkap satwa liar. Mereka menganggap satwa liar sebagai ancaman terhadap harta benda dan ketentraman hidup warga. Insiden seperti itu memang kerap terjadi, terutama ketika habitat satwa liar semakin terdesak karena bersinggungan dengan wilayah hunian warga.

Ia menambahkan bahwa babi hutan sering merusak tanaman warga di daerah tersebut. Maka warga menggunakan jerat maupun jebakan guna melindungi pertanian dan tanaman pangan mereka. Tahun ini, dilaporkan, pemerintah India akan mengizinkan para petani menggunakan senjata api berlisensi untuk menembak babi hutan yang berkeliaran di sekitar wilayah pertanian mereka.

Problemnya, warga tidak membatasi jerat mereka hanya pada babi hutan. Karena telah terjadi beberapa insiden ketika harimau, macan tutul dan hewan lain menjadi korban dari perangkap yang ditempatkan secara sembarangan di sekitar peternakan, kebun kopi, yang berdekatan dengan habitat satwa liar.

Gajah liar yang sedang hamil tersebut, awalnya berasal dari Taman Nasional Lembah Silent (SVNP), Palakkad. Saat gajah itu tewas, ia tetap tenang meski sedang kesakitan luar biasa. Gajah itu tetap berdiri dan mati di Sungai Velliyar, Malappuram, dengan belalainya di air. Kondisinya sangat mengenaskan. Warganet pun merasa pilu saat melihat foto sang gajah betina tersebut di media sosial.

Gajah berusia 15 tahun tersebut mungkin merasa lega karena berdiri di air setelah lidah dan mulutnya meledak. Petugas Penjaga Hutan, Nilambur, Mohan Krishnan membagikan kejadian menyedihkan tersebut di halaman akun Facebook-nya.

Kala itu, Mohan Krishnan bertindak sebagai pejabat Tim Tanggap Cepat untuk menyelamatkan gajah, yang sedang dalam kondisi kritis. Ketika pemeriksaan postmortem dilakukan, diketahui penyebab kematian gajah adalah karena asfiksia, yaitu air masuk ke paru-paru dan trakea.

Gajah

Asisten Penjaga Satwa Liar, Thrissur, dr. David Abraham juga melakukan postmortem dan mengaku sangat tersentuh dengan kejadian yang terjadi kali ini.

"Sejauh ini saya telah membuat analisa lebih dari 250 postmortem gajah, dalam dua dekade karier saya. Tapi kejadian ini paling memilukan hati saya. Karena untuk pertama kalinya saya bisa memegang janin bayi gajah dengan tangan saya sendiri. Ini membuat hati saya sangat sedih,” kata dr. David Abraham dengan suara gemetar menahan pilu.

David Abraham melanjutkan cerita, awalnya, warga tidak menyadari bahwa gajah itu tengah hamil. Setelah melihat organ hati si gajah, dr. Abraham melihat cairan ketuban dan baru paham bahwa gajah malang itu tengah hamil. Departemen kehutanan saat ini aktif menyelidiki insiden tragis tersebut.

Para penjaga hutan hingga berita ini diturunkan masih belum dapat petunjuk tempat si gajah menemukan jebakan nanas berisi dinamit.

Petugas penjaga hutan menyatakan setiap komunitas pertanian di dekat kawasan hutan terbiasa membuat perangkap untuk satwa liar dengan memakai petasan, bom papan, hingga jaring perangkap. Jebakan itu disiapkan untuk menyingkirkan hewan liar yang menyerang tanaman mereka.

Pejabat itu selanjutnya menegaskan bahwa “nanas mematikan” itu tidak sengaja dimakan sang gajah. Hal yang sama diungkap Nirmal, warga Palakkad. "Saya warga Palakkad. Masyarakat di sini, terutama yang tinggal di perbukitan, terbiasa memasang jebakan pagar listrik maupun buah-buahan yang diisi dengan petasan untuk mencegah babi memasuki area pertanian kami,” ungkapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini