Bersiap New Normal, Wisatawan Wajib Kantongi Asuransi Perjalanan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 21:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 05 406 2225274 bersiap-new-normal-wisatawan-wajib-kantongi-asuransi-perjalanan-F84sIFsC8m.jpg Turis wajib kantongi asuransi perjalanan saat new normal (Foto : Etn Travel)

Pariwisata akan menjadi salah satu lini kehidupan yang akan diburu masyarakat saat New Normal. Hal ini bisa terjadi karena masyarakat akan 'balas dendam' setelah berdiam diri di rumah selama kurang lebih 4 bulan lamanya. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah dibuat pemerintah.

Bali pun digadang-gadang akan menjadi spot pariwisata yang siap dibuka saat New Normal. Meski, menurut pemerintah daerah masih harus melihat kondisi pandemi Covid-19 sampai benar-benar kondusif.

Terlepas dari itu, persiapan menuju New Normal bagi calon pelancong mesti dilakukan mulai dari sekarang. Bukan hanya soal mau pergi ke mana dan dengan apa, tapi pelancong juga mesti mengantongi asuransi perjalanan.

Asuransi Perjalanan

Hal ini menjadi penting agar perjalanan bisa lebih aman dan terjaga keselamatannya. Tren menggunakan asuransi perjalanan pun diakui CEO Futuready Indonesia, Dr. Keet Peng (KP) Onn, ANZIIF (Assoc) CIP, CIIB, sudah disadari masyarakat jauh sebelum pandemi muncul.

"Adanya pandemi COVID-19 ini diharapkan masyarakat Indonesia dapat bijak menentukan tingkat urgensi kebutuhan perjalanan. Dengan semakin banyak ketidakpastian yang dihadapi saat dalam perjalanan, asuransi penting untuk dimiliki sebagai persiapan dalam menghadapi situasi-situasi yang mungkin terjadi," katanya pada Okezone melalui pesan tertulis, Jumat (5/6/2020).

(Baca Juga : Kangen Bali, Sabar! Kemenparekraf Sedang Siapkan 2 Hal Ini)

Nah, dengan adanya asuransi perjalanan ini, sambung KP, sapaan akrabnya, diharapkan 'traveling' akan lebih aman dan nyaman karena risiko seperti penundaan jadwal keberangkatan, kehilangan bagasi, hingga perawatan jika sakit atau mengalami kecelakaan tertentu sudah ditanggung.

KP menjelaskan, beberapa negara sekarang ini sudah mewajibkan wisatawan untuk memiliki asuransi perjalanan sebagai salah satu syarat penerbitan visa masuk ke negara yang dituju. Bahkan, aturan ini sudah ada sebelum pandemi muncul.

"Karena itu, asuransi perjalanan tetap penting untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko yang terjadi di negara atau kota tujuan. Namun, perlindungan bisa lebih optimal jika wisatawan mengombinasikannya dengan asuransi kesehatan atau asuransi jiwa untuk perlindungan risiko akibat Covid-19," sarannya.

Asuransi Perjalanan

Ya, dengan mengantongi asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, ini akan lebih memberikan rasa aman bagi wisatawan yang tengah traveling di suatu negara atau kota.

"Asuransi Kesehatan dapat meng-cover risiko jika Anda jatuh sakit di mancanegara (termasuk karena COVID-19), baik berupa kerjasama dengan rumah sakit ataupun Hospital Cash Plan yang membayarkan santunan biaya harian selama dirawat," pungkas KP.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini