Sekolah di Inggris Kembali Dibuka, Orangtua Murid: Anak-Anak Rentan Terkena Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 12:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 05 481 2224959 sekolah-di-inggris-kembali-dibuka-orangtua-murid-anak-anak-rentan-terkena-covid-19-1vQFX2epKJ.jpg Ilustrasi. (Freepik)

HINGGA kini pemerintah Indonesia belum merencanakan untuk membuka kembali sekolah di tengah pandemi Covid-19. Namun di Inggris justru dikabarkan sudah kembali membuka sekolah-sekolahnya.

Pemerintah Inggris dilaporkan membuka kembali sekolah-sekolah di Inggris mulai Senin 1 Juni 2020 lalu. Dengan catatan, hanya anak-anak sekolah usia 5, 6 dan 10 yang kembali ke sekolah pada tanggal tersebut. Sedangkan siswa usia 14 dan 16 akan mulai masuk sekolah pada 15 Juni 2020 mendatang, seperti dilaporkan Euronews.

Tapi keputusan ini ditentang sebagian besar orangtua murid, bahkan persatuan guru-guru di Inggris memperingatkan keputusan untuk membuka kembali sekolah-sekolah ini bisa jadi keputusan yang tidak aman.

sekolah

Sebagian besar orangtua murid menentang keputusan pemerintah Inggris tersebut, dan menolak mengirim anak-anak mereka kembali ke sekolah untuk belajar seperti biasa.

Dari jajak pendapat yang digelar ParentKind dengan melibatkan lebih dari 250.000 orangtua, hasilnya menunjukkan sebanyak 90 persen orang tua di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara menolak keputusan sekolah-sekolah telah kembali dibuka.

Sementara itu, menurut laporan baru dari National Foundation or Educational Research (NFER), sekira 46 persen keluarga memilih tetap karantina anak-anak mereka di rumah.

Salah satu orang tua yang menolak keras anak-anak kembali ke sekolah seperti biasa adalah Lucille Whiting, ia dengan tegas menyatakan kedua putranya tidak akan kembali ke sekolah dalam waktu dekat.

“Anak-anak saya tidak akan kembali ke sekolah, mereka sudah pernah terinfeksi Covid-19 dan sampai sekarang belum benar-benar 100 persen pulih,” ungkap Lucille yang bersama sang suami, positif terinfeksi Covid-19 pada akhir April 2020 lalu.

Lucille menjelaskan, sebagai orang tua ia merasa hal yang paling mengkhawatirkan dirinya untuk kembali mengirim anak ke sekolah adalah selama ini masyarakat diberitahu bahwa anak-anak berisiko kecil untuk tertular. Namun nyatanya, anak-anaknya sendiri justru positif terinfeksi dan sakit parah. Anak-anak ternyata rentan terkena Covid-19.

“Saya pikir yang paling mengkhawatirkan buat kami adalah kami terus-menerus diinfo bahwa anak-anak hampir tidak terpengaruh penyakit ini, tetapi setidaknya dua anak saya sakit parah. Suhu tubuhnya di atas 40 tahun, muntah dan mereka merasa tidak bisa bernapas. Bahkan lima minggu kemudian, anak-anak masih bisa merasa sakit kepala dan sakit perut. Sekolah anak-anak luar biasa, semua gurunya fantastis. Saya hanya tidak ingin menambahkan sesuatu yang tidak perlu di situasi ini,” tutup Lucille.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini