Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Yuk Ubah Sampah Menjadi Jalanan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 612 2225221 hari-lingkungan-hidup-sedunia-yuk-ubah-sampah-menjadi-jalanan-tBb0CgIJh1.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERNAHKAH Anda mencoba membuat sampah sachet kemasan minuman atau mie instan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia? Nah, di Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day (WED) ini Okezone membuktikan bahwa sampah tersebut bisa berguna loh.

Jika selama ini Anda beranggapan kalau sampah kemasan hanya diolah menjadi produk fashion, seperti tas, dompet, atau vas bunga, maka Rebricks mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih berguna.

Home industry ini mengubahnya menjadi material building, produk pertama yang diluncukan adalah paving block. Paving block atau conblock, adalah salah satu bahan bangunan yang menjadi alternatif sebagai bahan penutup permukaan tanah

Proses yang panjang sampai akhirnya produk ini ada di pasaran. Dijelaskan salah satu founder Rebricks, Tan Novita, butuh waktu satu tahun sampai akhirnya paving block ramah lingkungan itu tercipta.

Rintangan demi rintangan pun mereka hadapi, termasuk urusan mencari kemasan plastik sachet yang ternyata tak ada harganya di masyarakat.

"Tantangan kami pertama-tama, adalah mengumpulkan sampah tersebut karena bank sampah dan pengepul tidak ada yang mempunyainya," cerita Novi kepada Okezone.

Jadi, saat Novi tahu bahwa pengepul sampah ataupun bank sampah tak ada yang mengumpulkan sachet plastik sachet, Novi dan founder Rebricks lainnya, Ovy Sabrina, terpacu untuk mengolahnya.

"Jadilah, kami berdua cari sendiri sampahnya ke warung-warung mie instan sama ke warkop sekitaran rumah. Bener-bener door-to-door ngambilin sampah dari warung mereka," tambah dia.

Sampah plastik sachet tersebut, diujicobakan dalam proses research development dan ternyata bisa. Sejak saat itu, di awal produksi Novi dan Ovy memutuskan untuk menggunakan sampah jenis ini sebagai bahan baku pembuatan paving block

Novi menjelaskan, proses penciptaan paving block dari sampah plastik ini pun melalui 'revisi produksi' beberapa kali. Riset demi riset yang dilakukan di laboratorium pun mereka lakukan untuk mendapatkan paving block yang sesuai dengan visi mereka, berkualitas dan ramah lingkungan dan bisa mengabsorsi sampah plastik sachet dalam jumlah banyak.

Dalam memformulasikan produk paving block ini, Rebricks dibantu oleh dosen teknik sipil Universitas di Jakarta.

"Jadi, paving block yang akhirnya kami produksi masal sekarang ini adalah buah ide dan pikiran founder Rebricks dan dosen teknik sipil itu. Formulasinya sesuai dengan apa yang kami harapkan," terang Novi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini