Curhat Seorang Karyawan Habiskan Rp90 Ribu Per Hari untuk ke Kantor saat PSBB

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 07 Juni 2020 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 07 612 2225765 curhat-seorang-karyawan-habiskan-rp90-ribu-per-hari-untuk-ke-kantor-saat-psbb-EGygZUN4Xv.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), berdampak besar terhadap kehidupan manusia. Salah satunya pada mobilitas beberapa masyarakat yang harus tetap melanjutkan pekerjaannya di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Salah satu orang yang merasakan dampak PSBB dalam perkerjaannya adalah Dimas Fikri. Dimas yang bekerja pada salah satu perusahaan swasta di Jakarta Pusat ini masih harus berangkat menuju kantor.

Ia mengaku PSBB membuat pilihan transportasi menuju kantor menjadi sangat terbatas. Sekadar informasi, Dimas yang tidak memiliki kendaraan pribadi, memanfaatkan ojek online sebagai sarana transportasinya menuju kantor setiap hari.

Aplikasi Online

“Sebetulnya bukan sulit, tapi menurut saya pilihan (transportasi) jadi terbatas. Mau tidak mau harus pake mobil online, karena kebijakan PSBB memaksa abang-abang ojol tidak boleh membawa penumpang,” terang Dimas saat diwawancarai Okezone, Sabtu (6/6/2020).

(Baca Juga :Casino Las Vegas Dibuka Kembali, Banyak Pengunjung Langgar Protokol Kesehatan)

Dimas pun mengeluhkan ongkos transportasi yang membengkak akibat adanya kebijakan PSBB tersebut. Dimas mengaku ongkos transport per hari yang hanya mencapai Rp30 ribu sekarang jadi naik tiga kali lipat. Untungnya kantor saya masih terapin WFH (seminggu di rumah, seminggu masuk kantor),” lanjutnya.

Lebih lanjut Dimas mengatakan, dia menghabiskan Rp30 ribu setiap hari berangkat dari kosan yang terletak di Jakarta Barat, menuju tempat kerjanya di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

“Biaya pulang yang agak mahal tergantung kondisi juga. Biasanya Rp40 ribu, tapi kalau hujan tiba-tiba naik menjadi Rp50 ribuan,” sambungnya.

Aplikasi Online

(Baca Juga : Pesona Dea Ananda Pakai Masker di Rumah, Matching Loh Sama Dasternya)

Dimas juga pernah mensiasati kondisi yang dialaminya dengan meminjam motor milik teman kosnya. Ia juga sempat berencana untuk membeli motor sendiri. Sayangnya ia berpikir ulang karena memiliki keperluan yang lebih mendesak. Alhasil hingga saat ini Dimas masih menggunakan jasa mobil online untuk ke kantor.

“Kadang suka minta izin sama bos di kantor buat WFH. Bayangin aja satu minggu harus ngeluarin ongkos Rp80-90 ribu per hari, belum lagi di kantor harus jajan buat makan. Pokoknya kayak gini lah kalau sudah ketergantungan sama ojek online,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini