Cerita Mahasiswi Indonesia Soal Kondisi Taiwan ketika Pertama Kali Terdampak Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 07 Juni 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 07 612 2225865 cerita-mahasiswi-indonesia-soal-kondisi-taiwan-ketika-pertama-kali-terdampak-covid-19-ykMXtW8GAw.JPG Kondisi masyarakat di Taiwan (Foto : Istimewa)

Letak wilayah Taiwan yang dekat dengan epicenter virus corona Covid-19 membuat daerah ini sangat terdampak akibat virus. Alhasil daerah ini berjuang keras untuk memutus rantai penularan penyakit dengan menerapkan protokol kesehatan.

Mahasiswi Indonesia di International Management (IIMBA) National Cheng Kung University, Talitha Edrea, membagikan pengalamannya saat melakukan studi di Taiwan. Ia mengatakan kala itu banyak masyarakat yang panik terhadap virus Covid-19.

“Panik sih sudah pasti. Tapi Taiwan langsung gerak cepat melakukan disinfektan di semua tempat, terutama di sarana transportasi umum seperti kereta dan bus. Protokol kesehatan juga dijalankan seperti pengecekan suhu tubuh menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan alkohol,” terang Talitha saat dihubungi Okezone, Jumat (5/6/2020).

Talitha mengatakan bahwa pemerintah Taiwan benar-benar melakukan persiapan matang untuk mengatasi pandemi Covid-19. Terbukti dengan ketersediaan alkohol sebagai desinfektan untuk mencuci tangan yang bisa ditemukan di mana-mana.

Taiwan

(Foto : Istimewa)

“Bahkan kalau masuk ke toko, didepan sudah ada. Pegawai toko yang tugasnya cek suhu tubuh sama nyemprotin alkohol buat cuci tangan. Kalau di kampus pada setiap sudut kampus dan di kelas disediakan penyemprot alkohol otomatis.‭ ‬Selain itu demand masker mulai meningkat sehingga pemerintah mengatur penjualan masker,” lanjutnya.

(Baca Juga : Curhat Seorang Karyawan Habiskan Rp90 Ribu Per Hari untuk ke Kantor saat PSBB)

Terbukti dengan segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah serta kesadaran masyarakat yang tinggi, Taiwan akhirnya bisa mengatasi pandemi ini dengan baik. Pada 5 Juni 2020, Ministry of Health and Welfare menyatakan bahwa Taiwan sudah mencapai 54 hari tanpa penyebaran lokal Covid-19 alias zero cases.

“Mayoritas kasus dari foreigner yang masuk ke Taiwan atau orang-orang lokal yang pulang ke Taiwan. Untuk saat ini Alhamdulillah sudah membaik, kalau dikelas tidak perlu cek suhu tubuh. Tapi diimbau untuk tetap menggunakan masker dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” sambungnya.

Talitha mengatakan saat ini tidak ada lockdown. Masyarakat bisa makan di tempat dan beraktivitas seperti biasa. Misalnya berangkat kuliah, belanja atau mencari makanan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini