Waduh, Selama Pandemi Covid-19 Angka Perselingkuhan di Arab Naik Drastis

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 196 2226669 waduh-selama-pandemi-covid-19-angka-perselingkuhan-di-arab-naik-drastis-3mmOMVnLhT.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TIDAK hanya berdampak pada kesehatan dan sektor perekonomian, pandemi corona Covid-19 juga berdampak negatif pada kehidupan rumah tangga banyak pasangan suami istri. Banyak bahtera rumah tangga kandas di tengah Pandemi yang menghantam seluruh dunia.

Sebagaimana dilapor Worldofbuzz, angka perceraian di Arab Saudi disebutkan meningkat hingga tajam. Bukan karena terlalu sering bersama pasangan, tapi karena para suami di Arab Saudi memiliki istri lain di masa lockdown di tengah situasi pandemi corona.

Tercatat pada bulan Februari 2020 lalu, saat aturan karantina dan lockdown ditetapkan, angka perceraian di Arab Saudi meningkat persentasenya hingga 30% karena para istri memergoki bahwa suami mereka telah melakukan poligami dengan memiliki istri lain.

Dari data yang dilaporkan Middle East Monitor, tercatat telah ada 7.482 pernikahan telah mengajukan perceraian, khususnya pengajuan 'khula' yakni proses Islam di mana seorang istri dapat menceraikan suaminya.

Dari laporan yang sama, terdapat beberapa fakta menarik lainnya. Pertama sebanyak 52% pengajuan permohonan perceraian paling banyak datang dari kota Mekkah dan Riyadh.

Fakta kedua menyebutkan, para istri yang mengajukan perceraian tersebut mayoritas adalah perempuan bekerja. Baik sebagai pegawai, pebisnis, ataupun dokter.

Nah, di waktu yang bersamaan catatan angka pernikahan juga mengalami peningkatan. Dibandingkan bulan Februari 2019 silam, catatan angka pernikahan pada Februari 2020 mengalami peningkatan sebanyak 5% dengan sebanyak 13.000 pernikahan telah dilangsungkan dan 542 pernikahan terdaftar secara online.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini