Kebanyakan Minum Milk Tea, Remaja Ini Terbaring Koma

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 481 2227123 kebanyakan-minum-milk-tea-remaja-ini-terbaring-koma-P3aSgsXTTI.jpg Ilustrasi. (Freepik)

MILK tea atau yang juga populer dengan boba tea telah menjadi minuman favorit sebagian besar masyarakat. Tapi di balik rasanya yang manis, minuman ini memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Belum lama ini, Tian-Tian, remaja berusia 18 tahun mengalami koma selama lima hari akibat minum milk tea. Remaja tersebut sangat terobesesi dengan milk tea dan memesannya hingga 100 yuan atau Rp197 ribu setiap hari.

milk tea

Kebiasaan tidak sehat ini terus terjadi selama satu bulan penuh. Ibu Tian-Tian mengatakan bahwa anaknya akan meminum dua cup milk tea setiap hari.

Sebagaimana dilansir World of Buzz, Selasa (9/6/2020), pada 2 Mei 2020, Tian Tian dilarikan menuju Rumah Sakit Ruijin, Shanghai setelah ditemukan tidak sadarkan diri. Ia segera dikirim ke Unit Perawatan Intensif Darurat (EICU) ketika tes memperlihatkan bahwa kadar gula darahnya 25 kali lebih tinggi daripada orang normal.

Laporan mengatakan kehidupan Tian-Tian tergantung pada seutas selang dan menggunakan ventilator untuk bernafas setelah menderita berbagai komplikasi kesehatan termasuk gula darah tinggi dan kerusakan ginjal. Belakangan diketahui bahwa Tian Tian mengalami gejala seperti mual, mulut kering dan poliuria selama lebih dari seminggu sebelum koma.

Beruntung Tian-Tian berhasil mendapatkan kembali kesadarannya selama kurun waktu lima hari. Selama di rawat di rumah sakit, Tian Tian sudah kehilangan 35 kilogram berat badannya. Ia berjanji kepada Tim EICU di Rumah Sakit Ruijin untuk tidak akan pernah minum milk tea lagi.

Saat masih gemar mengonsumsi minuman manis, Tian Tian tidak pernah berolahraga dan memiliki berat 125 kilogram. Direktur Lu dari Tim EICU mengatakan fenomena ini adalah satu dari tiga kasus lain di mana pasien yang sakit kritis mengalami kondisi yang sama dengan Tian Tian. Para pasien sering kelebihan berat badan dan diabetes tanpa menyadarinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini