Anak Rentan Alami Kekerasan di Tengah Pandemi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 11 Juni 2020 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 196 2228432 anak-rentan-alami-kekerasan-di-tengah-pandemi-zz8riAW64r.jpg Kekerasan pada anak (Foto: Dorset Echo)

Anak merupakan salah satu kelompok rentan yang seringkali mengalami berbagai kekerasan, eksploitasi, dan pelanggaran hak-hak lainnya akibat pengasuhan yang tidak baik. Khususnya di tengah pandemi Covid-19, kondisi anak jadi lebih rentan.

Oleh karena itu, peran orangtua dan keluarga sebagai pengasuh utama dan pertama begitu penting dalam memberikan pengasuhan positif bagi anak. Terutama untuk memenuhi hak-haknya dan melindungi anak memasuki era new normal.

 kekerasan

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Lenny N. Rosalin mengatakan, melihat kondisi pengasuhan di Indonesia saat ini, terdapat 79,5 juta anak Indonesia (Profil Anak Indonesia Kemen PPPA, 2019) yang harus dipenuhi hak-haknya dan diberikan perlindungan secara khusus.

Selain itu, sebanyak 3,73% balita diketahui mendapat pengasuhan tidak layak (Susenas MSBP, 2018). "Angka ini cukup besar jika dilihat dalam angka absolutnya dari jumlah seluruh anak di Indonesia,” ungkap Lenny belum lama ini.

Dalam menindaklanjuti hal tersebut, kata Lenny, pentingnya mengajak seluruh keluarga untuk memberikan pengasuhan dengan memenuhi hak-hak anak, serta memberikan perlindungan khusus bagi anak yang memerlukannya.

Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat relasi antara anak dengan anggota keluarga, agar pengasuhan berbasis hak anak dapat semakin dipahami oleh orangtua, wali atau pengasuh di luar keluarga inti.

 Baca Juga : Rekor 1.241 Kasus Positif Covid-19 per Hari, Apa Penyebabnya?

Ini, lanjutnya, perlu dilakukan guna mewujudkan anak yang lebih berkualitas. Selain itu juga demi kepentingan terbaik anak.

“Apalagi saat ini, masih banyak anak di Indonesia yang belum terpenuhi bahkan dilanggar hak-haknya," kata Lenny.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini