Pakar Kesehatan Ungkap Alasan Pasar Bisa Jadi Klaster Besar Penyebaran Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 481 2228746 pakar-kesehatan-ungkap-alasan-pasar-bisa-jadi-klaster-besar-penyebaran-covid-19-2A0OzLc4RH.jpg Pasar bisa menjadi klaster besar penyebaran Covid-19 (Foto : Heru/Okezone)

Semakin banyak ditemukan kasus positif Covid-19 di pasar tradisional. Di DKI Jakarta misalnya, kasus ini ditemukan di 6 pasar tradisional dengan data 51 pedagang dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Adapun rincian dari 51 kasus tersebut di antaranya Pasar Perumnas Klender (20 pedagang), Pasar Mester (1 pedagang), Pasar Serdang (9 pedagang), Pasar Kedip, (2 pedagang), Pasar Rawa Kerbau (14 pedagang), dan Pasar Induk Kramat Jati (5 pedagang).

Sebelumnya, pemerintah daerah lain pun sudah melakukan tes swab masif di pasar tradisional, salah satunya di Pasar Wisma Asri Bekasi, Jawa Barat. Hasil tes swab menyatakan, 2 (dua) orang positif.

Dua orang tersebut adalah seorang pria berinisial R, pedagang ayam potong, warga Bekasi. Lalu, satu lagi ialah pria berinisial H, memegang KTP Kabupaten Bogor.

Pasar

Sementara itu, tes swab Covid-19 pun telah dilakukan di Pasar Bogor, Kota Bogor. Hasilnya didapati 1 orang positif corona. Namun, belum diketahui status orang tersebut, apakah pedagang atau pembeli.

Baca Juga : 5 Pesona Kecantikan Bunga Citra Lestari yang Tak Luntur Ditelan Waktu

Mengetahui fakta ini, Pakar Kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia dr Ari Fahrial Syam, SpPD angkat suara. Menurutnya, ada alasan kenapa pasar bisa jadi klaster besar penyebaran Covid-19.

Hal ini dibuktikan dari fakta pertama kali penyebaran COVID-19 di Wuhan, China. Ya, kasus pertama diketahui berasal dari pasar sea food dan harusnya ini menjadi acuan dasar pentingnya tes COVID-19 di pasar.

"Sejarahnya itu di Wuhan, mulai dari sea food market, interaksi orang di pasar berpotensi terjadinya penularan," katanya saat diwawancarai di iNews TV, belum lama ini.

Dokter Ari melanjutkan, potensi terjadinya penularan Covid-19 di pasar begitu tinggi. Terlebih, jika dilihat dari sisi medis, infeksi virus corona dapat terjadi dengan cepat.

Menjadi bahaya yang harus diwaspadai ketika seseorang tertular di pasar, ia bisa menjadi pembawa virus dan akhirnya menularkannya ke orang rumah.

"Dengan begitu, pasar merupakan klaster yang kalau tidak diputus, akan menjadi ancaman besar masyarakat," tegasnya.

Pasar

Dokter Ari pun berharap agar pemerintah daerah bisa lebih menggiatkan pemeriksaan Covid-19 di pasar agar penyebaran virus corona dapat dicegah sesegera mungkin.

"Harus dilakukan pemeriksaan massal pada pedagang, berapa persen yang positif harus segera diketahui. Kalau positif, dikejar dan dicari tahu bagaimana interaksi sosial dia di rumah dan interaksi selanjutnya," ungkap dr Ari.

Menjadi fakta yang harus diketahui masyarakat, sambung dr Ari, 80 persen pasien Covid-19 itu menunjukkan gejala ringan, bahkan tanpa gejala. "Kita tidak tahu teman sebelah kita atau para pembeli adalah pasien Covid-19 atau bukan. Ini jadi masalah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini