Banyak Orang Tak Patuh Protokol Kesehatan, Bandel atau Terlalu Berani?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 481 2228972 banyak-orang-tak-patuh-protokol-kesehatan-bandel-atau-terlalu-berani-hAwcCmq03o.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone)

Pemerintah tak pernah bosan mengingatkan masyarakat untuk menjalani protokol kesehatan, termasuk cuci tangan dengan sabun, pakai masker, jaga jarak, dan menjauhi kerumunan.

Bahkan, sekarang figur Dokter Reisa Broto Asmoro diturunkan agar masyarakat lebih mau mendengarkan pesan yang ingin disampaikan pemerintah. Ya, dengan harapan tak ada lagi yang bandel dengan aturan protokol kesehatan, terlebih di New Normal ini.

Meski begitu, tak jarang Anda menemukan orang di luar rumah tetap berkerumun, tidak menjaga jarak, bahkan leluasa membuka masker saat berbicara dengan orang lain. Lalu, kenapa masih saja ada kelompok masyarakat seperti ini?

Pakai Masker Wajib

Psikolog Klinis Meity Arianty menjelaskan, orang yang tidak mengikuti protokol kesehatan bukan berarti dia bermasalah dalam artian abnormal.

"Karena orang nggak peduli (dengan protokol kesehatan) bukan berarti tidak peduli dalam arti sebenarnya," papar Mei pada Okezone melalui pesan singkat, Kamis (11/6/2020).

Baca Juga : Candi Borobudur Segera Dibuka, Ganjar Pranowo Sosialisasi Protokol Kesehatan yang Wajib Dipatuhi Wisatawan

Dia menjelaskan, ada 5 kemungkinan mengapa masih ada orang yang tak mematuhi protokol kesehatan. Berikut paparannya:

1. Mereka bingung harus gimana sehingga memilih tak peduli.

2. Merasa sulit melakukan protokol karena banyak sebab (tak punya masker, tak bisa beli hand sainitazer, dan lainnya).

3. Merasa ribet dengan segala protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

4. Memilki pribadi cuek atau acuh (gak berpikir panjang bahwa dia bukan hanya merugikan orang lain, namun merugikan dirinya sendiri). "Sikap ini bisa karena orang tersebut benar-benar gak paham karena keterbatasan berpikir atau keterbatasan pemahaman," terang Mei.

5. Belum merasakan manfaat dari menjalankan protokol kesehatan langsung ke dirinya dan merasa gak ada yang terjadi pada dirinya jika tidak melakukan apa yang dianjurkan.

"Ini banyak terjadi di Indonesia yang mana masyarakatnya masih ada yang kurang memiliki kesadaran, sehingga seharusnya aturan yang dibuat pemerintah lebih tegas," saran Mei.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini