Indonesia Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19 ke Manusia Juli Mendatang

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 20:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 481 2229181 indonesia-akan-uji-klinis-vaksin-covid-19-ke-manusia-juli-mendatang-UdRyjR8OCs.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Peneliti Utama Covid-19 Universitas Padjajaran (UNPAD), Professor Kusnadi Rusmil mengatakan bahwa Indonesia akan segera melakukan uji klinis vaksin corona ke manusia pada Juli mendatang.

Pihaknya bahkan telah melakukan sejumlah persiapan matang, termasuk mendirikan 5 center uji klinis dan tenaga kesehatan yang akan bertanggung jawab memonitor dan melaksanakan uji klinis.

"5 center uji klinis ini, dua di antaranya berada di Universitas UNPAD dan tiga lainnya di puskesmas yang sudah ditunjuk langsung. Sementara jumlah petugas kesehatan yang mengkoordinir yakni, 12 dokter anak dan 10 dokter umum," ujarnya dalam Program iNews Sore, Jumat (12/6/2020).

Lebih lanjut Kusnadi menjelaskan, proses uji klinis vaksin Covid-19 ini akan melewati beberapa tahapan. Tahap pertama adalah pre-clinic. Pada tahap ini, peniliti akan mencari vaksin yang tepat, lalu diuji coba pada binatang.

Uji Coba Vaksin

Bila terbukti efektif, vaksin baru dapat diujikan pada manusia (tahap kedua). Pihak UNPAD sendiri telah mengumpulkan sekira 80 relawan yang telah memenuhi sejumlah kriteria yakni, lulus tes kesehatan dan memiliki rentan usia antara 18-50 tahun.

"Di tahap kedua, akan ada 30 relawan dulu yang akan diuji klinis. Kalau sudah terbukti aman dan efektif, sampelnya dinaikkan menjadi 300-400 orang. Dan bila semuanya baik-baik saja, uji klinis akan diperlebar menjadi multi center," katanya.

Baca Juga : Banyak Terpapar Informasi Covid-19 Bikin Orang Kena Gangguan Psikosomatik

Kusnadi menambahkan, pada uji klinis kali ini, Indonesia menjalin kerjasama dengan China. Dalam arti lain, sampel vaksin yang digunakan berasal dari China.

Kendati demikian dia belum dapat memastikan kapan tepatnya vaksin corona dapat dijual secara komersial. Pasalnya, uji klinis tersebut membutuhkan waktu setidaknya 7 bulan.

"Untuk uji klinis vaksin di Bandung ini paling cepat 7 bulan. Kalau dimulai dari Juli, berarti kira-kira awal tahun depan baru bisa dilihat hasilnya," kata Kusnadi.

"Vaksinnya juga tidak bisa langsung dijual begitu saja. Hasilnya harus disamakan terlebih dahulu dengan uji klinis di China. Kalau tidak sama tidak bisa dijual. Seluruh proses penelitiannya diawasi langsung oleh WHO," tandasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini