Indonesia Siap Uji Klinis Vaksin Covid-19 ke Manusia, Ahli Ingatkan Ini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 21:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 481 2229224 indonesia-siap-uji-klinis-vaksin-covid-19-ke-manusia-ahli-ingatkan-ini-4tuXZqG6Zc.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Indonesia tengah bersiap melakukan uji klinis vaksin Covid-19 ke manusia pada Juli mendatang. Uji klinis ini dilaporkan akan dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Padjajaran menggunakan sampel vaksin dari China.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Chaerul Anwar Nidom selaku Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin mengingatkan pemerintah untuk tetap berhati-hati ketika melakukan uji klinis terhadap vaksin impor.

"Beberapa tahun lalu, ada isu vaksin palsu vaksin, vaksin haram, dan lain sebagainya. Jadi harus sangat-sangat hati karena vaksin yang akan diuji ini dari negara lain," ujarnya dalam program iNews Sore, Jumat (12/6/2020).

Prof Chaerul juga mengingatkan pentingnya melakukan uji kelayakan, karena pada dasarnya para peneliti di Indonesia tidak tahu secara rinci bagaimana formulasi vaksin itu dibuat di negara asalnya.

Uji Coba Vaksin

Begitu pula dengan persoalan sertifikasi halal yang kerap menjadi kendala dalam proses pendistribusian obat maupun vaksin di Tanah Air.

"Saya rasa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mulai harus bergerak memonitor aspek-aspek kehalalannya. Jangan sampai uji klinis sudah mau dijalankan baru bereaksi," kata Prof Chaerul.

Baca Juga : Indonesia Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19 ke Manusia Juli Mendatang

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Utama Covid-19 Universitas Padjajaran (UNPAD), Professor Kusnadi Rusmil membenarkan bahwa Indonesia akan segera melakukan uji klinis vaksin corona ke manusia pada Juli mendatang.

Pihaknya bahkan telah melakukan sejumlah persiapan matang, termasuk mendirikan 5 center uji klinis dan tenaga kesehatan yang akan bertanggung jawab memonitor dan melaksanakan uji klinis.

"5 center uji klinis ini, dua diantaranya berada di Universitas UNPAD dan tiga lainnya di puskesmas yang sudah ditunjuk langsung. Sementara jumlah petugas kesehatan yang mengkoordinir yakni, 12 dokter anak dan 10 dokter umum," jelasnya.

Uji Coba Vaksin

Kusnadi menambahkan, pada uji klinis kali ini, Indonesia memang menjalin kerjasama dengan China. Dalam arti lain, sampel vaksin yang digunakan berasal dari China.

Kendati demikian dia belum dapat memastikan kapan tepatnya vaksin corona dapat dijual secara komersial. Pasalnya, uji klinis tersebut membutuhkan waktu setidaknya 7 bulan.

"Untuk uji klinis vaksin di Bandung ini paling cepat 7 bulan. Kalau dimulai dari Juli, berarti kira-kira awal tahun depan baru bisa dilihat hasilnya," kata Kusnadi.

"Vaksinnya juga tidak bisa langsung dijual begitu saja. Hasilnya harus disamakan terlebih dahulu dengan uji klinis di China. Kalau tidak sama tidak bisa dijual. Dan seluruh proses penelitiannya diawasi langsung oleh WHO," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini