Cuma Tersedia 400 Kuota per hari, Ini Protokol Kesehatan saat Urus SIM

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 612 2228831 cuma-tersedia-400-kuota-per-hari-ini-protokol-kesehatan-saat-urus-sim-h9wTGStZyr.jpg Ilustrasi. (Freepik)

DEMI mencegah kerumunan masyarakat yang antre untuk memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM), Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya membuka layanan SIM Keliling yang tersebar di enam titik ibukota yakni tiga di Daan Mogot, Jakarta Barat dan tiga di Masjid At Tin Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Salah satu masyarakat yang merasakan layanan SIM Keliling adalah Lusy Andriani. Ia mengaku telah tiba di Masjid At Tin Taman Mini Indonesia Indah sejak pukul 06.45 WIB dan mendapat nomor antrian 149 dalam upaya permohonan perpanjangan SIM.

sim

Lusy mengatakan bahwa protokol kesehatan yang berlaku pada layanan SIM keliling cukup baik. Pasalnya semua pemohon perpanjangan SIM dan para petugas menggunakan masker. Untuk pemeriksaan suhu tubuh dilakukan ketika pemohon hendak masuk ke dalam mobil untuk memproses SIM.

“Cuci tangan sih gak ada, di lapangan Masjid At Tin di kasih tenda aja. Kalau untuk duduk sejauh ini saya masih merasa aman karena benar-benar kursinya berjarak terus gak ngobrol juga sama orang. Nah utk protokol di dalam mobilnya sendiri saya belum tau, karena yang masuk hanya dua orang saja, sisanya nunggu di bawah duduk sesuai urutan nomor antrean,” terang Lusy, saat diwawancarai Okezone, Jumat (12/6/2020).

Lebih lanjut, Lusy mengatakan bahwa jumlah pemohon perpanjangan SIM keliling dibatasi setiap harinya. Berdasarkan informasi yang diberikan petugas, layanan SIM keliling di Masjid At Tin Taman Mini Indonesia Indah dibatasi 400 kuota per hari.

Nantinya semua pemohon akan dilayani sampai selesai. Artinya ketika pulang, semua masyarakat akan membawa pulang SIM.

“Petugas juga kasih informasi estimasi lama antreannya. Jadi buat yang mau pulang nanti balik lagi juga enggak apa-apa. Ibu hamil atau menyusui bisa dapat prioritas didahulukan. Dari penjelasan petugas hari ini tidak seramai kemarin. Hari ini bisa dibilang lebih sepi (walaupun sebenarnya banyak juga),” lanjutnya.

Menurut Lusy, masyarakat yang boleh duduk di kursi antrean hanya lah sang pemohon. Sementara orang yang mengantar tidak boleh duduk di kursi antrean. Para pengantar dipersilahkan menunggu di mobil. Meski demikian, ada pula yang menunggu dengan duduk di kursi belakang atau di tempat berjualan sambil makan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini