Diet Bukan Berarti Tak Makan, Ini Penjelasan Dokter Raissa

Senin 15 Juni 2020 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 298 2230237 diet-bukan-berarti-tak-makan-ini-penjelasan-dokter-raissa-Iojc7YwbaM.jpg Makanan diet (Foto: Healthline)

Diberlakukannya work from home (WFH) dan pembatasan aktivitas, rupanya makin banyak orang mengalami kenaikan berat badan. Bahkan kalau tidak menjaga pola makan bisa menjadi obesitas.

Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah, Puri Indah, dr Raissa Edwina Djuanda MGizi SpGk mengatakan, obesitas termasuk penyakit kronis. Akibat yang ditimbulkan banyak, mulai dari otak hingga pembuluh darah, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, kolesterol tinggi, fatty liver, kanker jenis tertentu, osteoarthritis, sleep apnea. Sleep apnea atau henti napas saat tidur, misalnya, bisa menyebabkan kematian mendadak.

obesitas 

Makanya, ujar Dr Raissa, penderita obesitas perlu melakukan diet. Untuk sukses diet sebetulnya tidak sulit. Kuncinya terletak pada makanan, olahraga, gaya hidup sehat. Ketiganya tidaklah instan, tetapi harus diulang.

"Diet bukan berarti tidak makan, tetapi mengurangi makan. Porsi kecil tapi sering, pilih piring yang kecil saja," katanya dalam RSPI Live Webinar bertema Menjaga Berat Badan Ideal saat #dirumahaja belum lama ini.

Lalu, lanjutnya, perhatikan jenis yang dimakan, waktunya, lokasi makan, dan bagaimana cara makanan tersebut diolah. Diketahui, kalori nasi putih adalah 200 kal, ayam goreng tepung 520 kal, ayam bakar 150 kal, gorengan persatuan 200 kal, dan es teh manis 100 kal per gelas.

Seperti dilansir dari Sindo News, sementara itu Dr dr Fiastuti Witjaksono MS MSc SpGK (K) menjelaskan, karbohidrat sederhana hanya boleh dikonsumsi 10% setiap hari. "Karbohidrat sederhana itu termasuk gula."

Misalnya, seseorang makan sebanyak 1.600 kkal, maka 10%-nya untuk karbohidrat sederhana yang boleh dimakan adalah 160 kkal.

Baca juga: Jangan Lakukan Kebiasaan Ini di Kamar Mandi, Bahaya bagi Kesehatan!

Jika 1 gram mengandung 4 kkal, kandungan karbohidrat sederhana yang diperbolehkan adalah 40 gram. Jadi, maksimal gula yang boleh dikonsumsi adalah empat sendok. “Bila kita mengonsumsi terlalu banyak gula, risiko terkena diabetes pun semakin tinggi,” kata dr Fiastuti.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini