Minyak Kayu Putih Sembuhkan Covid-19 Viral di WhatsApp, Ini Ungkapan Dokter Idrianti Idrus

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 15 Juni 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 481 2230166 minyak-kayu-putih-sembuhkan-covid-19-viral-di-whatsapp-ini-ungkapan-dokter-idirianti-idrus-0azn6K5nwM.jpg Ilustrasi. (Freepik)

PESAN berantai membahas minyak kayu putih dan Covid-19 yang ditulis dr Idrianti Idrus SpKK heboh di WhatsApp. Bahkan, informasi ini menyebar juga di media sosial.

Dalam pesan tersebut, dikatakan bahwa ayah dari dr Idrianti Idrus SpKK sembuh dari Covid-19 dengan bantuan minyak kayu putih. Minyak tersebut dianggap melegakan dada pasien yang sesak.

Dijelaskan juga di dalam pesan berantai tersebut bagaimana pemanfaatan minyak kayu putih untuk pasien Covid-19. Berikut informasinya:

minyak

1. Ambil Minyak Kayu Putih Secukupnya, lalu di Balurkan ke Badan. Fungsinya Sebagai Penghangat Tubuh dan agar Lebih Fresh.

2. Untuk Menangani orang yang Positif Covid-19. Caranya yaitu:

- Tuangkan Minyak Kayu Putih Secukupnya ke Jari.

- Letakkan jari tsb di Tengah Lidah. Lakukan satu hari 3 - 4 kali.

Hasilnya : Orang yang Sudah Positif Covid-19, Insya Allah Negatif.

3. Minum Teh Hangat yang Telah di Tetesi Satu Tetes Minyak Kayu Putih, lalu di Minum Selagi Hangat. Lakukan Sehari 2 - 3 kali.

Okezone pun coba melacak kebenaran informasi ini dengan mencari sosok dokter yang sudah membuat tulisan tersebut di media sosial. Bertemulah dengan akun Instagram @dr.eche_idrus dan itu merupakan akun resmi dr Idrianti Idrus SpKK.

Melalui pesan DM Instagram, dokter yang kerap disapa Eche itu membongkar semua fakta dari informasi tersebut. Hal pertama yang disampaikan ialah, "Ini tulisan saya sudah diubah dari judul, isi, sampai cara penulisannya," terangnya.

Kemudian, dr Eche pun menerangkan kalau dirinya tidak mengklaim bahwa minyak kayu putih itu obat Covid-19, melainkan dirinya masih melakukan pengujian lebih lanjut terkait minyak kayu putih untuk Covid-19.

"Penelitian ini sudah tidak lagi bekerja sama dengan tim farmasi karena ada kendala teknis. Sekarang, penelitian dilakukan gabungan dari tim Laboratorium Mikrobiologi dan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Paru," ungkap dr Eche.

Lebih lanjut, dr Eche menerangkan kalau dirinya membuat tulisan itu dengan tujuan edukasi ke masyarakat bahwa tidak bisa seseorang mengklaim obat tertentu sebelum melakukan uji klinis.

Karena itu, di tulisan asli yang dibuat dr Eche, dengan tegas ia menuliskan kalimat seperti ini: 'Disclaimer: Terapi ini masih dalam penelitian, jadi belum bisa dikatakan kalau ini adalah obat Covid-19'.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini