Kenali Adenomiosis, Penyebab Perempuan Kram Perut saat Menstruasi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 15 Juni 2020 22:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 481 2230615 kenali-adenomiosis-penyebab-perempuan-kram-perut-saat-menstruasi-haVgOfHGJ2.jpg Ilustrasi (Foto : Sheknows)

Siklus menstruasi pada perempuan memang berbeda satu sama lain, ada yang bisa melaluinya begitu saja. Tapi, tidak sedikit yang harus tersiksa karena menahan kram perut.

Bagi mereka yang memiliki kondisi tersebut, mungkin paling parah hanya bisa hanya berbaring di tempat tidur sepanjang hari. Lantas kenapa sih perut bisa keram saat siklus 28 hari tersebut?

Salah satu penyebab menstruasi bisa terasa sangat menyakitkan karena perempuan tersebut bisa memiliki salah satu dari adenomiosis, endometriosis atau PCOS.

Seperti dilansir Okezone dari The Sun, hampir sama dengan endometriosis dan PCOS, adenomiosis disebabkan oleh endometrium yang tumbuh ke dalam lapisan otot rahim. Endometrium adalah lapisan otot yang berkontraksi ketika menstruasi agar darah keluar.

Adenomiosis dapat didiagnosis melalui metode invasif dan non-invasif. Metode invasif yang paling umum adalah biopsi uterus. Selain itu, bagi perempuan yang sudah tidak memiliki rencana untuk hamil bisa melakukan biopsi melalui vagina hingga ke rahim. Namun yang perlu diperhatikan biopsi ini berpotensi merusak rahim.

Menstruasi

Metode diagnosis lain yang bisa dicoba adalah ultrasonografi (USG) namun hanya bisa mendeteksi adenomiosis dengan kemungkinan 50-87%. Sedangkan menurut beberapa hali metode terbaik yang dapat dipilih adalah magnetic resonance imaging (MRI). Pendeteksian dengan metode ini memiliki banyak fitur sehingga tingkat keakuratannya lebih tinggi.

Selain membuat menstruasi terasa berat, beberapa penelitian dari Garner Insights juga menunjukkan adenomiosis dapat memengaruhi kesuburan. Akan tetapi hal ini menjadi kontroversi karena keterbatasan studi klinis.

Beberapa penelitian MRI memang menunjukkan keterkaitan adenomiosis dengan infertilitas. Tetapi data itu ditemukan pada pasien dengan usia 30-an dan 40-an sehingga masih belum dapat ditentukan jika penyebabnya adalah adenomiosis.

Baca Juga : Viral Kucing Langka Punya Dua Wajah, Intip Penampakannya!

Sementara itu, untuk menghilangkan rasa sakit ada beberapa obat yang bisa dipilih. Mulai dari obat penghilang rasa sakit hingga pil kontrasepsi oral. Obat-obat itu mengurangi penebalan dan pelepasan sel telur dari rahim.

Tapi, ada juga hal lain yang harus diperhatikan yakni mengatur pola makan. Perempuan yang terkena adenomiosis biasanya mengalami kembung dan perasaan kenyang. Selain itu, mereka berisiko mengalami anemia karena perdarahan berlebih.

Oleh karenanya makanan yang disarankan mengandung banyak serat dan sayuran hijau. Makanan-makanan tersebut akan mencegah perempuan mengalami sembelit sehingga rasa sakit yang ditimbulkan tidak begitu parah.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini