Orangtua Pantang Ucapkan 5 Kalimat Ini kepada Anak, Mentalnya Bisa Runtuh!

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 05:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 196 2230678 orangtua-pantang-ucapkan-5-kalimat-ini-kepada-anak-mentalnya-bisa-runtuh-N8kBhDdBjj.jpg Ilustrasi (Foto : Todaysparent)

Orangtua harus sadar apa yang mereka katakan terhadap anak-anak mereka. Karena, kata-kata atau pernyataan kepada anak akan berdampak terhadap psikologisnya.

Seringkali orangtua mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak seperti dimaksudkan, tetapi meninggalkan dampak psikologis yang mendalam pada kesehatan mental anak. Misalnya, beberapa kalimat atau pernyataan yang diucapkan orangtua dapat menjatuhkan kepercayaan diri anak.

Melansir Times of India, Selasa (16/6/2020), jangan ucapkan beberapa kalimat ini kepada anak karena dapat berdampak pada kepercayaan diri mereka :

1. Kamu Tidak Tahu Apa yang Kamu Katakan

Jika Anda ingin mengajari anak-anak Anda untuk menjadi pemikir aktif dan bukan pengikut pasif, sangat penting membiarkan mereka menggunakan otaknya untuk berpikir dan mengekspresikan pendapat. Anak-anak yang didorong untuk berpikir dan berbagi pendapat, tumbuh menjadi orang dewasa yang percaya diri dan tidak takut menyuarakan apa yang mereka pikirkan atau rasakan.

Ibu dan anak

Ketika orangtua mengatakan si kecil tidak tahu tahu apa yang dia bicarakan, secara tidak langsung Anda memberitahu anak tidak mampu membuat keputusan atau pendapatnya salah.

Baca Juga : 7 Tahun Menikah Asmirandah Hamil, Sebentar Lagi Jadi Mama Muda

2. Jangan Makan Junk Food, Nanti Kamu Gendut

Sebagai orangtua, Anda adalah guru pertama anak yang mengajarkan mereka untuk mencintai tubuh sendiri. Ketika orangtua menyebut anak gendut, Anda membuat mereka sadar akan penampilan mereka tanpa peduli kesehatannya.

Jika tujuan Anda membuatnya berhenti makan junk food, maka tidak harus menghubungkannya dengan kata-kata gendut. Coba jelaskan dengan sederhana bagaimana junk food kurang baik untuk kesehatan dan harus dikonsumsi tidak berlebihan.

3. Kamu Anak Cengeng

Ketika si kecil menangis atau kesal karena sesuatu, tanggung jawab kita sebagai orangtua adalah memberi mereka ruang merasa nyaman membicarakan emosi dan perasaan. Anak perlu merasa emosi mereka dihormati dan dapat berbagi apapun dengan orangtua tanpa merasa dihakimi.

Ketika mereka menangis dan orangtua menyebutnya cengeng, pada dasarnya Anda menyalahkan tindakan mereka. Ingat, menangis adalah cara bagi anak-anak untuk menunjukkan apa yang mereka alami ketika gagal.

Anak Nangis

4. Kamu Anak Kecil, Aku Orang Dewasa, Jadi Aku Benar

Tidak ada logika yang lebih buruk untuk membuat anak memahami sesuatu di usia dini. Jangan seolah mereka anak-anak, apa yang mereka ucapkan tidak penting. Salah jika berpikir orang dewasa selalu benar dan anak-anak harus selalu menuruti apa yang orangtua katakan.

Mengembalikan kepercayaan diri anak, coba dengarkan apa yang mereka katakan. Pahami apa keinginannya, perlahan kepercayaan dirinya akan kembali tumbuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini